TRIBUNSUMSEL.COM -- Akun Instagram milik musisi sekaligus anggota DPR RI Ahmad Dhani diduga dibobol oleh pihak tak bertanggung jawab hingga dipakai untuk menjalankan aksi penipuan.
Peretasan tersebut berbuntut panjang setelah akun Instagram @ahmaddhaniofficial yang telah berstatus verified atau centang biru digunakan pelaku untuk menawarkan transaksi jual beli emas palsu.
Sejumlah korban pun dilaporkan mengalami kerugian akibat telah mentransfer uang kepada pelaku.
Menanggapi kejadian itu, Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian, resmi melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
Di sisi lain, Aldwin mengaku heran lantaran akun dengan status verified seharusnya memiliki sistem keamanan yang lebih ketat sehingga tidak mudah diretas.
Baca juga: Bantah Bikin Drama, Ahmad Dhani Bongkar Alasan Sindir Maia Estianty: Yang Nangis di Siraman Siapa?
“Sebetulnya kok akun verified bisa kemudian dijebol begitu, diretas,” ujarnya, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, kasus ini perlu menjadi perhatian bersama, termasuk oleh KOMDIGI dan pihak Meta sebagai pengelola platform media sosial.
“Nah, yang kemudian harus menjadi perhatian kita semua dan Kementerian Komdigi ya,” lanjutnya.
Aldwin menilai akun verified, terlebih milik pejabat negara maupun figur publik, semestinya mendapat perlindungan ekstra agar tidak mudah dibobol pelaku kejahatan siber.
“Jangan sampai kemudian harus mewanti-wanti Meta bahwa yang namanya akun yang verified, apalagi milik pejabat negara.”
Ia juga mengingatkan bahwa bila akun verified saja masih dapat diretas, maka masyarakat umum yang memiliki akun centang biru juga berpotensi mengalami hal serupa.
“Tidak seharusnya itu bisa diretas ya kan, ini bahaya juga nanti suatu waktu bukan hanya Mas Dhani, tapi yang lainnya, masyarakat yang punya akun verified itu juga sangat tidak aman.”
Lebih lanjut, Aldwin berharap kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama sekaligus mendorong aparat segera menemukan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
“Nah, ini tentu menjadi pelajaran kita bersama dan mudah-mudahan pelakunya bisa kemudian mempertanggungjawabkan dan ketemulah begitu,” terangnya.
Baca juga: Sebut Ada Konspirasi, Ahmad Dhani Curiga Peretas Akun Instagramnya Adalah Pembunuh Bayaran
Ia turut mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menerima informasi awal terkait dugaan lokasi pelaku berdasarkan hasil pelacakan sementara. Kendati demikian, proses pendalaman tetap akan dilakukan pihak kepolisian.
“Terakhir sih dilacak itu ini dari arah Indonesia Timur lah ininya gitu ya wilayahnya.”
“Cuman kita kan belum pasti nih, biar nanti kepolisian yang kemudian melakukan proses penyelidikan dan penyidikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, akun Instagram Ahmad Dhanisempat mendadak hilang di tengah memanasnya hubungan dengan sang mantan istri, Maia Estianty.
Namun pada Selasa (5/5/2026) kemarin, akun milik pentolan band Dewa 19 itu muncul lagi dan sempat memposting soal perseteruannya dengan sang mantan istri.
Belum sehari akun tersebut kembali, Instagram Ahmad Dhani malah diretas.
Akun tersebut malah digunakan untuk berjualan emas.
"Dihack tadi pagi jam enam setalah dari jam 12 malam mereka meretas, terjadi perang elektronik lah," ungkap Ahmad Dhani.
Dhani menyebut akun miliknya digunakan untuk melakukan penipuan penjualan emas.
Atas kejadian itu, ada korban yang meminta tanggung jawab kepadanya karena telah memberikan uang untuk membeli emas.
"Akhirnya terjadi penipuan, karena orang yang telah membeli emas di Instagram saya itu akhirnya mereka meminta pertanggungjawaban dari saya," jelas Dhani.
Dhani pun merasa kejadian ini merupakan ulah dari pihak yang ingin menjatuhkan namanya.
"Yang jelas kalau menurut saya sih ini hanya kamuflase aja."
"Ini sebenarnya pembunuh bayaran aja gitu," ucapnya.
Iya bersyukur kini akun Instagram-nya bisa diselamatkan dengan bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Pihaknya pun juga sudah mengantongi identitas pelaku.
"Untungnya kita punya teman di Komdigi ya di Meta dan bisa diselamatkan, dan kita sudah mengetahui identitas pelaku yaitu di Sulawesi," terang Dhani.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com