Rekam Jejak Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Meninggal Saat Rumahnya Kebakaran Akibat Sisa Tiner
Musahadah May 08, 2026 12:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah rekam jejak Haerul Saleh, Anggota IV, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di rumahnya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi.

Menurut Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 07.53 WIB.

Kebakaran diketahui saat Ketua RT setempat melihat kepulan asap hitam dari rumah tersebut.

Ketua RT itu kemudian langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran.

Kebakaran itu disebabkan karena sisa tiner bekas renovasi rumah.

"Berdasarkan Informasi dari RT setempat, dia melihat asap hitam mengepul dari lantai tiga rumah yang terbakar. Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah," ungkap Asril.

Baca juga: Kekayaan Haerul Saleh yang Akan Diperiksa KPK Soal Uang Pelicin WTP untuk Kementan, Totalnya Rp 81 M

Ia mengungkapkan, satu orang penghuni rumah bernama Haerul Saleh (49) tewas dalam peristiwa kebakaran ini.

 "Korban meninggal dunia sudah diatasi oleh petugas dan dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut," ungkap Asril.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, langusng melayat ke rumah duka dan mengantar jenazah almarhum Haerul Saleh ke ambulans dari RSUD Pasar Minggu, Jakarta.

 "Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh," kata Amran.

"Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik," sambungnya.

Siapakah Haerul Saleh? 

Haerul Saleh (kiri) yang Akan Diperiksa KPK Soal Uang Pelicin WTP untuk Kementan. Terkuak harta kekayaannya.
Haerul Saleh (kiri) yang Akan Diperiksa KPK Soal Uang Pelicin WTP untuk Kementan. Terkuak harta kekayaannya. (kolase Tribunnews)

Haerul Saleh adalah seorang politikus yang berasal dari partai besutan Presiden Prabowo Subianto, Gerindra.

Di Gerindra, Haerul sempat menjabat sebagai Ketua Bidang Keuangan DPP Partai Gerindra dan Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Partai Gerindra.

Pada Maret 2022, Haerul Saleh resmi menjadi anggota BPK RI.

Ia terpilih sebagai anggota BPK melalui proses pemilihan oleh Anggota DPR Komisi XI.

Haerul lahir di Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 12 Agustus 1981.

Ia sudah malang melintang aktif di berbagai organisasi kepemudaan, hukum, hingga bidang usaha.

Dikutip dari situs resmi BPK, Haerul Saleh pernah menjabat sebagai Bendahara KNPI Kabupaten Kolaka (2000), Wakil Ketua KNPI Kabupaten Kolaka (2005), Anggota Dewan Penasihat Kadin Sulawesi Tenggara (2008), Ketua Umum DPD PPM (2012), Ketua Bidang Hukum DPD GAPKESINDO Sulawesi Tenggara (2012), Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri HIPMI Sulawesi Tenggara (2015-2020), Anggota Dewan Pembina Kadin Sulawesi Tenggara (2015 s.d. 2020).

Selain itu, Haerul Saleh juga sempat menjabat sebagai Dewan Penasihat Peradi Kolaka (2017), Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia (2016-2021), Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia (2021-2026), dan Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (2021-2023).

Haerul Saleh menuntaskan studi S1 Hukum di Universitas Satria Makassar pada 2008.

Ia juga menempuh pendidikan S2 Manajemen di Universitas Moestopo.

Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Haerul Saleh, S.H., CRA., CRP., CIABV., CSFA., CertDA., CFrA.

Haerul juga memiliki karier yang cemerlang sebagai direktur hingga komisaris.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Kolaka Inti Karya, Direktur Utama Masalle Group, Direktur CV Bunga Coklat, Direktur Utama PT Laburino, dan Komisaris Utama PT Kolaka Inti Perkasa.

Setelah itu, Haerul terjun ke dalam dunia politik dengan menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014 hingga 2019.

Selanjutnya ia juga sempat menjabat sebagai Anggota Komisi XI DPR RI untuk periode 2019-2022.

Barulah kemudian Haerul Saleh menjadi anggota VI BPK RI hingga akhir hayatnya.

Harta Kekayaan Haerul Saleh

Haerul Saleh tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 83,6 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia terakhir kali melaporkan hartanya pada 15 Oktober 2025.

Sumber terbanyak kekayaan Haerul Saleh berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 79 miliar.

Berikut rincian lengkap harta kekayaan milik Haerul Saleh.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 79.403.100.000

1. Tanah Seluas 10.000 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 16.779.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 1.198 m2/800 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 2.824.500.000

3. Tanah Seluas 20.000 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 5.250.000.000

4. Tanah dan Bangunan Seluas 303 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, Rp. 1.470.000.000

5. Tanah Seluas 635 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 2.305.800.000

6. Tanah Seluas 16.210 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 2.005.500.000

7. Tanah dan Bangunan Seluas 224 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 2.089.500.000

8. Tanah dan Bangunan Seluas 124 m2/30 m2 di KAB / KOTA KOTA KENDARI , HASIL SENDIRI Rp. 903.000.000

9. Tanah Seluas 420 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 1.000.650.000

10. Tanah Seluas 215 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 1.155.000.000

11. Tanah dan Bangunan Seluas 300 m2/280 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 1.377.600.000

12. Tanah dan Bangunan Seluas 865 m2/712 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 2.614.500.000

13. Tanah dan Bangunan Seluas 600 m2/423 m2 di KAB / KOTA KOLAKA, HASIL SENDIRI Rp. 5.376.000.000

14. Tanah dan Bangunan Seluas 1.243 m2/1 m2 di KAB / KOTA KOTA BOGOR , HASIL SENDIRI Rp. 22.015.350.000

15. Tanah dan Bangunan Seluas 294 m2/294 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 12.236.700.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 2.204.240.000

1. MOBIL, HONDA JAZZ/MINIBUS Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 156.000.000

2. MOBIL, TOYOTA FORTUNER/MINIBUS Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 160.000.000

3. MOBIL, MAZDA CX-9/JEEP Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 160.000.000

4. MOBIL, TOYOTA KUN26R/MOBIL BEBAN Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 80.000.000

5. MOBIL, DAIHATSU TERIOS MINI BUS Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 64.000.000

6. MOBIL, TOYOTA AVANZA Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 64.000.000

7. MOBIL, LEXUS ES300H Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 560.000.000

8. MOBIL, MAZDA 6WGN Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 280.240.000

9. MOBIL, TOYOTA ALPHARD1 Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 680.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 1.509.105.000

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 520.279.761

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 83.636.724.761

II. HUTANG Rp. ----

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 83.636.724.761

(Tribunnews.com/Rakli/Dewi Agustina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.