TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Seekor sapi milik peternak asal Desa Kaluku Nangka, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, menjadi perhatian menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sapi jenis Limosin dengan indukan Angus itu ditawar hingga Rp100 juta setelah terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto tahun ini.
Sapi milik Darwin tersebut memiliki bobot mencapai 830 kilogram.
Ukuran tubuh yang besar serta kondisi fisik yang dinilai sangat baik membuat sapi itu lolos seleksi ketat kurban presiden.
Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Dinas Peternakan dan Perkebunan Pasangkayu, Masran, mengatakan harga Rp100 juta dianggap sebanding dengan kualitas sapi yang dipelihara secara khusus sejak lama.
Baca juga: Sapi Milik Darwin Peternak Pasangkayu Jadi Pilihan Presiden Prabowo untuk Kurban Idul Adha
Baca juga: Hari Keenam Pencarian, Pria 32 Tahun Hilang di Salubulu Pasangkayu Belum Ditemukan
“Bobotnya sudah di atas standar kurban presiden yang minimal 800 kilogram,” ujar Masran saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, proses pemeliharaan sapi dilakukan dengan perhatian khusus.
Mulai dari pemberian pakan berkualitas, tambahan vitamin, hingga pemeriksaan kesehatan rutin agar kondisi sapi tetap prima.
Di Kabupaten Pasangkayu sendiri, terdapat tiga ekor sapi yang sempat masuk kandidat kurban presiden.
Namun hanya sapi milik Darwin yang berhasil memenuhi syarat bobot dan kualitas fisik sesuai standar yang ditetapkan.
Dua kandidat lainnya masih berada di kisaran 700 kilogram lebih.
Masran menuturkan, sapi tersebut memang sejak awal dipersiapkan untuk mengikuti seleksi kurban presiden.
Selain tubuhnya besar dan proporsional, kesehatan sapi juga telah dinyatakan layak kurban oleh tim pemeriksa dari dinas terkait.
Rencananya, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto itu akan disembelih di Masjid Nurul Huda saat Hari Raya Idul Adha mendatang.
Terpilihnya sapi dengan nilai fantastis itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal di Pasangkayu.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan