TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Niat tulus Bakhrul Ulum (28) untuk mengadu nasib ke Padang, Sumatera Barat, berujung duka mendalam bagi keluarga di Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Pemuda yang dikenal pendiam ini terkonfirmasi menjadi salah satu dari 16 korban tewas dalam kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).
Gagal Berangkat ke Luar Negeri, Berujung Maut di Jalan Raya
Kesedihan tampak jelas menyelimuti kediaman keluarga Bakhrul di RT 13/RW 03 Desa Dermasandi pada Jumat (8/5/2026).
Kakak kandung korban, Misbah Sanjani, mengungkapkan bahwa adiknya tersebut sebenarnya sempat mencoba peruntungan untuk bekerja di kapal ke Rusia dan Korea Selatan.
Namun, karena kendala kesehatan, Bakhrul akhirnya memutuskan kembali bekerja di sebuah warung ikan bakar di Padang.
Baca juga: Tangis di RSUD Padang Panjang, 8 Jenazah Korban Bus ALS Sudah Dijemput Keluarga
Firasat dan Larangan Sang Kakak
Sebelum keberangkatan Bakhrul pada Senin (4/5/2026) malam, Misbah mengaku sempat memiliki kekhawatiran. Ia bahkan sempat menasihati adiknya agar menunda keberangkatan untuk fokus memulihkan kondisi fisiknya terlebih dahulu.
"Pas dia mau berangkat saya kaget. Saya sempat nasihati supaya jangan berangkat dulu, sembuhkan fisik dulu. Tapi dia tetap ingin berangkat merantau. Ternyata takdir berkata lain," kenang Misbah.
Dua Warga Tegal Menjadi Korban
Kecelakaan tragis ini tidak hanya merenggut nyawa Bakhrul Ulum. Seorang warga Desa Dermasandi lainnya, Muhammad Fahrul Hubaidi (RT 11/RW 03), juga menjadi korban namun dilaporkan selamat dengan kondisi luka berat. Berdasarkan data terkini, kecelakaan maut tersebut mengakibatkan total 16 orang meninggal dunia, 3 luka berat, dan 1 luka ringan.
Hingga saat ini, keluarga Bakhrul masih menunggu kepastian kapan jenazah korban bisa dipulangkan ke rumah duka. Pihak keluarga juga telah diminta oleh otoritas terkait untuk menyerahkan sampel DNA guna proses identifikasi lebih lanjut.
Baca juga: Dua Kecelakaan Beruntun dalam Sehari di Jalur Pantura Losari Brebes, Sopir Terjepit Stir
"Informasi terbaru kami diminta menyerahkan sampel DNA untuk pencocokan. Ada perwakilan yang akan datang ke sini. Saat ini kami sudah mulai menggelar tahlilan sejak kemarin," pungkas Misbah.
Bakhrul Ulum semasa hidup dikenal sebagai pribadi yang baik, hobi bermain sepak bola, dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kini, keluarga hanya bisa pasrah menanti kepulangan sang putra dalam peti jenazah.(dta)