Sejumlah Negara Lacak Penumpang MV Hondius yang Terpapar Hantavirus
GH News May 08, 2026 03:09 PM
Jakarta -

Sejumlah negara mulai melacak penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah wabah virus hanta terdeteksi di kapal tersebut. Pelacakan dilakukan terhadap penumpang yang sudah meninggalkan kapal maupun orang-orang yang sempat melakukan kontak dekat dengan mereka.

Sejauh ini virus Hanta telah menyebabkan tiga kematian, terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lima orang telah dipastikan terinfeksi virus Hanta, sedangkan tiga kasus lain masih diduga terkait wabah tersebut.

Operator kapal menyebut seluruh penumpang yang turun saat kapal singgah di Pulau Saint Helena, Atlantik Selatan, pada 24 April telah dihubungi. Penumpang itu berasal dari sedikitnya 12 negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat.

Mengutip , Jumat (8/5/2026), WHO menegaskan risiko penyebaran kepada masyarakat umum masih rendah, meski jenis hantavirus Andes yang ditemukan pada sejumlah pasien diketahui dalam kasus langka bisa menular antarmanusia.

"Ini bukan coronavirus, ini virus yang sangat berbeda. Situasinya tidak sama seperti enam tahun lalu," kata Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove.

WHO kini menyiapkan panduan penanganan saat MV Hondius tiba di Kepulauan Canary pada akhir pekan ini. Puluhan penumpang yang masih berada di kapal disebut belum menunjukkan gejala.

Amerika Serikat (AS) melalui Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan terus memantau perkembangan wabah tersebut. CDC menilai risiko bagi masyarakat AS masih sangat rendah.

Presiden AS Donald Trump juga mengaku telah menerima laporan terkait wabah itu. "Kami berharap situasinya terkendali," ujar Trump.

Saat ditanya apakah warga AS perlu khawatir terhadap penyebaran virus tersebut, Trump mengatakan warganya tak perlu khawatir dengan situasi tersebut.

Sejumlah negara bagian di AS, seperti Georgia, Arizona, California, dan Texas kini memantau warga yang sempat berada di kapal pesiar itu. Sebagian besar dilaporkan tidak menunjukkan gejala.

Di Belanda, maskapai KLM juga ikut melakukan pelacakan setelah seorang perempuan Belanda yang kemudian meninggal sempat berada dalam penerbangan dari Johannesburg menuju Belanda pada 25 April. Menurut laporan media lokal, seorang pramugari KLM yang sempat kontak dengan pasien kini dirawat di rumah sakit Amsterdam setelah mengalami gejala yang diduga terkait virus Hanta.

Otoritas Belanda mengatakan kru dan penumpang yang sempat membantu perempuan tersebut kini dipantau kesehatannya setiap hari. Sementara itu, tiga pasien dievakuasi dari kapal pada Rabu. Dua pasien dirawat di Belanda dan satu lainnya dibawa ke Jerman untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Salah satu pasien yang dirawat di Belanda, serang pemandu ekspedisi, Martin Anstee, mengatakan kondisinya cukup baik meski masih menjalani serangkaian pemeriksaan.

"Saya baik-baik saja, tetapi masih banyak tes yang harus dilakukan," katanya.

Selain di Belanda dan Jerman, Swiss juga melaporkan seorang penumpang kapal dinyatakan positif virus Hanta. Sementara itu, Denmark dan Kanada meminta warga yang sempat berada di kapal untuk melakukan isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.