PROHABA.CO, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem menerima kunjungan Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, di Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas dukungan Pemerintah Belanda terhadap penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh serta peluang kerja sama jangka panjang di berbagai sektor strategis.
Dalam kesempatan itu, Adriaan Palm mengaku sangat gembira dapat mengunjungi Aceh.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh akhir November lalu.
Menurut Adriaan, Pemerintah Belanda selama ini turut memberikan bantuan dalam penanganan banjir dan longsor di Aceh.
Karena itu, pihaknya ingin melihat langsung perkembangan penanggulangan bencana yang telah didukung sebelumnya, termasuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berlangsung hingga saat ini.
“Kami ingin lihat langsung bagaimana penanganan bencana berjalan dan bagaimana bantuan yang telah diberikan dapat mendukung masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Adriaan.
Ia menjelaskan, dukungan Pemerintah Belanda tidak hanya berkaitan dengan bantuan penanganan banjir, tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih luas di berbagai bidang untuk jangka panjang.
Baca juga: Pemerintah Bangladesh Nyatakan Ketertarikan untuk Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Aceh
Baca juga: Erupsi Gunung Dukono Picu Kepanikan, Dua Pendaki Asal Singapura Dilaporkan Tewas dan 20 Orang Hilang
Adriaan juga mengaku senang melihat kehidupan masyarakat Aceh yang terus berkembang dan bangkit pascatsunami.
Menurutnya, Aceh dan Belanda memiliki hubungan sejarah yang panjang dan kuat sejak lama.
Sementara itu, Gubernur Muzakir Manaf menyampaikan ucapan selamat datang kepada delegasi Kedutaan Besar Belanda dan menyatakan Pemerintah Aceh menyambut baik kunjungan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyambut baik kunjungan ini dan siap memberikan dukungan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Mualem.
Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Aceh terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan antara Aceh dan Belanda.
Menurutnya, sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan bersama meliputi pertanian, perkebunan hingga pertambangan.
“Pemerintah Aceh membuka diri terhadap berbagai kemungkinan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bersama dan mendukung pembangunan Aceh ke depan,” ujar Mualem.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban serta diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Aceh dan Belanda di berbagai bidang pembangunan.
(Yarmen Dinamika)
Baca juga: Mualem Gandeng UEA, Bentuk Tim Bersama Dorong Investasi dan Rute Penerbangan Aceh
Baca juga: Disbudpar Aceh dan GEKRAFS Jalin Kerja Sama, Genjot Promosi Wisata dan Ekraf
Baca juga: Gubernur Aceh Tawarkan Investasi Aceh Airlines kepada Investor Timur Tengah