Duka Sekeluarga Tewas Kecelakaan Maut Bus ALS, Berawal Telat Hingga Kerja di Kebun Sawit Sirna
Ferdinand Waskita Suryacahya May 08, 2026 06:11 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kecelakaan maut PO Bus ALS dengan truk tangki BBM menewaskan satu keluarga asal Lampung pada Kamis (7/5/2026).

Lokasi kecelakaan maut berada di Karangjaya, Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatera Selatan.

Korban tewas satu keluarga yakni Aldi Sulistiawan (26), bersama istrinya Rani (24) dan putri mereka Bela (20 bulan).

KELUARGA KORBAN KECELAKAAN - Anwarudin (54), ayah dari Aldi Sulistiawan (26) korban kecelakaan bus ALS saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (7/5/2026). Hambali keluarga korban kecelakaan bus ALS di Muratara. Hambali kehilangan anaknya Rani (24), menantu Aldi Sulistiawan (26), serta cucunya Bella dalam kecelakaan tersebut. (Sripoku.com/Linda Trisnawati/Andi Wijaya)

Telat Tiba di Terminal

Aldi bersama keluarganya saat itu dalam perjalanan menuju Pekanbaru.

Ayah korban Aldi, Anwarudin (54), mengungkapkan anak dan menantunya seharusnya tidak menumpang PO Bus ALS.

Aldi dan keluarganya telah memesan tiket PO Bus Handoyo untuk keberangkatan Minggu.

Namun, ketiganya terlambat tiba di terminal.  Sedangkan, bus mereka ternyata telah berangkat dari terminal tersebut.

Saat itu, bus yang tersedia hanya ALS.

"Mereka terpaksa naik bus itu pada hari Selasa. Saya sendiri yang ikut mengantar mereka. Terakhir komunikasi sekitar pukul 12.00 WIB, Aldi sempat mengabarkan kalau busnya sempat mogok," ujar Anwarudin saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (7/5/2026).

Pihak keluarga mengaku baru mengetahui informasi kecelakaan tersebut dari pihak PO ALS dan langsung bergegas ke Palembang untuk memastikan kondisi korban. 

Hingga saat ini, jenazah ketiga korban masih dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara sebelum dipulangkan ke kediaman mereka di Lampung.

Ingin Kerja di Kebun Sawit

Hambali (43), ayah dari korban Rani, menambahkan bahwa pasangan muda tersebut berniat merantau ke Pekanbaru untuk bekerja di perkebunan sawit. 

Ini merupakan pengalaman pertama mereka pindah ke luar daerah demi mencari nafkah.

"Aldi dan Rani sama-sama anak pertama, dan Bela adalah cucu pertama kami. Kami sangat sedih, apalagi ini pertama kali mereka mau merantau," kata Hambali dengan nada duka.

Menurut Hambali, Rani dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Ia mengaku kesedihan yang dirasakan keluarga saat ini sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Sedih sekali,” katanya.

Ia menuturkan, keberangkatan keluarga kecil itu sempat beberapa kali tertunda sebelum akhirnya naik bus yang kemudian mengalami kecelakaan.

“Awalnya mereka pesan tiket Bus Handoyo, tapi gagal karena ada keterlambatan perjalanan kereta. Terus sempat tidak ada jadwal, akhirnya berangkat Selasa (5/5/2026) naik bus itu,” ujar Hambali.

Menurutnya, awalnya keluarga tersebut berencana menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung, namun kembali tertunda karena berbagai kendala hingga akhirnya berganti kendaraan.

“Awalnya bukan bus itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, akhirnya naik bus yang kecelakaan itu,” katanya.

Dalam peristiwa tersebut, Hambali kehilangan sekaligus tiga anggota keluarganya dalam satu kejadian tragis.

Sempat Dilarang

Sementara itu, paman korban, Ramdi, juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian Rani dan Aldi yang disebut berangkat ke Pekanbaru untuk merantau dan merintis usaha.

“Aldi pergi bersama Rani ke sana untuk usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, tapi mereka ingin hidup mandiri,” ungkapnya.

Ramdi menambahkan, keluarga bahkan sempat menyiapkan bahan bangunan untuk pembangunan rumah pasangan tersebut di kampung halaman.

“Seminggu sebelum berangkat kami sudah siapkan pasir dan semen untuk mereka bangun rumah. Tapi mereka tetap berangkat,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga menyatakan belum menerima informasi lebih lanjut dari manajemen PO ALS terkait tanggung jawab atas insiden tersebut. 

Keluarga berharap pihak perusahaan bus dapat memberikan pertanggungjawaban penuh kepada seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan.

Penyebab Kecelakaan

Sementara itu, polisi menyimpulkan  penyebab kecelakaan maut dikarenakan bus ALS yang berisi 15 penumpang, menghindari lubang di jalan sehingga masuk ke jalur kanan.

Dalam musibah nahas ini, sopir dan satu kernet dari bus dan truk tangki meninggal dunia serta 11 orang penumpang bus.

Sedangkan tiga orang penumpang bus dan satu kernet selamat.

Dari hasil olah TKP jajaran Ditlantas Polda Sumsel bersama Satlantas Polres Musirawas Utara, bus yang dikemudikan Alif menghindari lubang dan hilang kendali sehingga masuk ke jalur kanan.

"Mobil bus ALS Nopol BK-7778-DL yang dikemudikan Alif dan membawa penumpang berbelok ke kanan dari arah Lubuk Linggau menuju ke Jambi. Kemudian menabrak mobil tangki Seleraya dari arah Jambi menuju ke arah Lubuk Linggau, akibat kejadian tersebut pengemudi dan penumpang mobil Selaraya meninggal dunia terbakar di dalam mobil," ujar Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama dari data yang tertulis, Kamis (7/5/2026).

Dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan sejumlah barang yang hangus berasal dari dalam bus yakni tabung gas elpiji di bagasi mobil bus sebelah kanan, kursi kayu di dalam mobil bus, alat mesin Motor di bagasi mobil bus, buah jeruk bali berserakan di depan bus dan di dalam bus.

Lalu ada barang-barang pribadi milik penumpang terbakar di bus, satu sepeda motor bebek berada di dalam bus, satu sepeda motor Suzuki Thunder di depan mobil bus di duga terlempar dari muatan atas bus.

Hingga pukul 15.45 WIB tim DVI Polda Sumsel dengan beranggotakan tujuh dokter forensik dan puluhan tenaga medis masih melalukan identifikasi terhadap jenazah korban.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi.

Ia memohon pihak keluarga yang sudah datang harap bersabar.

"Sebagian sudah datang untuk memberikan informasi keluarganya. Kami masih menunggu hasil tim DVI, komitmen kami bahwa akan benar-benar fokus identifikasi terhadap 16 korban saat ini masih dikerjakan tim DVI," ujar Nandang.

Ketika ditanya mengenai apakah pihak bus akan dipanggil, ia menyebut hal itu masih dalam proses penyelidikan.

"Semua masih berproses mohon bersabar," katanya.

(TribunJakarta.com/Sripoku.com)

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Tol Japek dan Purbaleunyi: Truk Terbalik hingga Pecah Ban, Arus Lalin Padat
  • Baca juga: Kesaksian Kernet yang Selamat, Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara: "Kena Lubang"
  • Baca juga: KRONOLOGI Kecelakaan Maut di Jalinsum Muratara: Bus ALS Tabrak Tangki, 16 Tewas
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.