Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 16: 13-18, Jangan Angkat Tangan
Alpen Martinus May 08, 2026 07:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Merenungkan Firman Tuhan sangat penting dilakukan agar memahami kehendak Tuhan.

Setelah itu bisa melakukan apa yang Tuhan kehendaki.

Berikut renungan harian Kristen berjudul jangan angkat tangan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 13:13-14, Jangan Angkat Kaki!

Ditulias oleh Boy Borang dalam moment of inspiration LPMI.

Bacaan Alkitab dalam Kisah Para Rasul 16: 13-18.

“Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: “Demi nama Yesus Kristus, aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.” Seketika itu juga keluarlah roh itu. (Kis. 16:18)

Idiom “angkat tangan” (throw in the towel) adalah ungkapan bahasa Indonesia yang berarti menyerah, takluk, atau tidak sanggup lagi menghadapi suatu masalah atau keadaan.

Fakta menunjukkan bahwa ada dua macam sikap; ada yang meski berat resiko yang harus dihadapi, ia tetap tegar dan berdiri tegak penuh keteguhan, tetapi banyak juga yang memang menyerah, karena merasa tidak sanggup lagi.

Paulus sangat merasakan hal itu.

Coba perhatikan pengalamannya dalam pelayanan, dengan menyusuri Kisah Para Rasul, dari pasal 13 hingga 28.

Bila ia mau menyerah, itu sangat mungkin terjadi.

Ada kuasa Iblis yang mengganggu? Pasti! Namun ia terus bergerak untuk menghalaunya, dalam kuasa nama Yesus (cf. Kis.13: 6-11).

Ketika baru saja bertobat, ada kecurigaan pada pertobatan dan panggilannya itu.

Jika ia tidak kuat, ia sudah menyerah.

Mungkin dalam hatinya sempat terpikir, mengapa justru saya mau bersungguh-sungguh melayani Tuhan, malah dicurigai? 

Tapi ‘bisikan’ seperti itu tentu tidak diladeninya (Kis. 9).

Buktinya, ia malah tambah agresif, seperti pernyataannya sendiri, ia langsung bergerak ke tanah Arab, kembali ke Damsyik, lalu ke Yerusalem, dan seterusnya (Gal. 1:11-23).

Hatinya yang berkobar-kobar bagi Kristus, terus menyala dan bersinar ke mana-mana.

Cintanya pada Yesus, membuatnya tak ada waktu lagi menoleh ke belakang (Fil. 3:13-14). 

Istri saya sangat senang dengan lagu: “Pandang t’rus pada-Nya, jangan menoleh jalan t’rus. Jangan pandang salah orang lain, pandang saja Yesus.”

Sebelum Tuhan memanggilnya pulang, ia masih bersaksi kepada para perawat, di ruang ICU.

Capten Pilot, Darmawan Bone, salah satu pilot MAF, yang banyak mendukung pelayanan Film Yesus di pedalaman Kalimantan, ia sempat menulis buku “Jangan Menyerah.”

Namun beberapa waktu kemudian, ia sendiri mengalami sakit berat, sampai harus dirawat di Singapura, sampai ke Amerika, namun Tuhan memanggilnya, sembari masih dalam keadaan sakit.

Terkait bukunya, seolah-olah ia mau berkata bahwa, apa yang dia tulis, itu juga untuk menjadi kekuatan bagi dirinya sendiri.

Apa yang sedang membuat kita seringkali mau menyerah saja; Pelayanan?

Kesukaran?

Pandangan orang?

Tawaran yang menyenangkan?

Secara manusia, kita harus jujur bahwa memang ada potensi-potensi seperti itu, yang bisa melemahkan panggilan kita.

Bahkan kita mungkin sering berkata pada orang lain, “Never give up!” bukan?

Lalu bagaimana dengan kita sendiri, “never give up?”

Ingat kata-kata C.T Studd: “Hanya satu kali kita hidup, dan itupun akan segera berlalu.

Apa yang kita buat bagi Kristus, itulah yang kekal selamanya.” “Never give up!”

Inspirasi: Di saat yang bersamaan, tatkala seseorang bertekad “takkan menyerah” di sanalah Tuhan “turun tangan” menopangnya, dengan tangan-Nya yang tak pernah lelah.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.