Gunung Dukono Meletus: 2 WNA dan 1 WNI Tewas, 14 Pendaki Selamat
GH News May 08, 2026 06:09 PM
Halmahera Utara -

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara meletus Jumat (8/5) pagi. Dua pendaki Warga Negara Asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia akibat letusan itu.

Letusan gunung Dukono memakan korban jiwa. Sebanyak dua pendaki meninggal dunia. Informasi itu bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Informasi dari BPBD seperti itu (2 orang meninggal dunia)," kata Kapolres Halmahera Utara, Maluku Utara, AKBP Erlichson Pasaribu saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).

Erlichson mengatakan dua pendaki yang meninggal dunia itu warga negara Singapura dan China. Kendati demikian dia belum membeberkan identitasnya.

"Informasinya 2 WNA untuk identitas masih belum tahu pasti, pendaki, WNA Singapura," tuturnya.

Erlichson mengungkap saat ini juga dilaporkan masih ada pendaki yang terjebak di Gunung Dukono. Dia menyebut pendaki yang terjebak sekitar 20 orang.

"20 orang terjebak," tuturnya.

Selain ada dua WNA yang tewas, ada satu pendaki lokal Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut jadi korban letusan gunung Dukono. Dia berasal dari Jayapura.

"Satu warga lokal kelahiran Jayapura," katanya.

14 Pendaki Selamat

Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara melakukan evakuasi terhadap para pendaki di Gunung Dukono.

"Berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono, terdiri dari sembilan warga negara asing (WNA) asal Singapura, tiga orang warga dari Ternate dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Dia mengatakan 14 pendaki ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka terdiri dari tujuh warga negara Singapura berinisial TYME (30), OSS (37), PL (33), LHEI (31), TJYG (30), LYXV (30) dan LSD (29).

Selain itu, terdapat tujuh pendaki Indonesia yang selamat. Mereka ialah BB (24), Y (23), S (26), A (22), H (26), FN (27) serta RI (29).

"Di sisi lain, hingga Jumat siang masih terdapat dua orang pendaki WNA yang dinyatakan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, yakni HWQT (L) usia 30 tahun dan SMBAH (L) usia 27 tahun," ujar Abdul.

Dia mengatakan operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 Km dari puncak kawah pada pukul 14.10 WIB.

Saat ini, seluruh tim evakuasi dilaporkan berada di Pos 5 sambil menunggu kondisi aktivitas vulkanik lebih aman untuk melanjutkan pencarian.

Pada pukul 15.25 WIB, pencarian kembali dilanjutkan dan tim SAR gabungan dibagi menjadi dua titik pencarian. Tim pertama melakukan penyisiran jalur pendakian menuju puncak gunung dan kini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak.

Tim juga menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memantau kondisi dari udara. Hal itu dilakukan karena aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung dengan intensitas yang fluktuatif.

Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran di wilayah aliran sungai yang berada di dekat kawasan puncak gunung. Penyisiran dilakukan untuk mencari dua warga negara Singapura yang masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.

Proses penanganan darurat melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis dan unsur relawan setempat.

BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi keselamatan bersama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.