BANGKAPOS.COM, TEGAL – Suasana duka yang mendalam menyelimuti kediaman keluarga Bakhrul Ulum di Desa Dermasandi, RT 13/RW 03, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Bakhrul menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut bus ALS vs truk tangki BBM di Muratara, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).
Hingga Jumat (8/5/2026), pihak keluarga masih dalam ketidakpastian, menunggu proses identifikasi DNA dan kepastian jadwal pemulangan jenazah pria kelahiran 1998 tersebut.
Firasat dan Kekagetan Sang Kakak
Misbah Sanjani, kakak kandung korban, mengaku sangat terkejut saat mengetahui adiknya nekat berangkat merantau ke Padang, Sumatera Barat. Pasalnya, kondisi fisik Bakhrul saat itu dinilai belum sepenuhnya pulih setelah gagal mengikuti seleksi kerja kapal luar negeri.
“Pas dia berangkat saya juga kaget. Saya hanya bisa menasihati supaya istirahat dulu dan memulihkan kesehatan. Tapi ternyata kejadiannya seperti ini. Kami keluarga tidak menyangka,” ungkap Misbah kepada Tribunjateng.com.
Bakhrul berangkat dari Tegal pada Senin (4/5/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Ia berniat kembali bekerja di sebuah warung ikan bakar di Padang demi membantu perekonomian keluarga.
Keluarga pertama kali menerima kabar buruk pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Informasi awal hanya menyebutkan bahwa bus yang ditumpangi Bakhrul mengalami kecelakaan, tanpa detail mengenai kondisi penumpang.
Ketidakpastian ini membuat keluarga terjaga dan terus memantau perkembangan melalui layar kaca.
Rasa cemas itu berubah menjadi duka saat nama Bakhrul Ulum masuk dalam daftar korban meninggal dunia.
Di mata keluarga, anak kedua dari tiga bersaudara ini dikenal sebagai sosok pendiam, baik hati, dan memiliki hobi bermain sepak bola.
Kecelakaan di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Muratara ini melibatkan bus ALS dan truk tangki BBM.
Peristiwa tragis tersebut merenggut total 16 nyawa.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua warga Desa Dermasandi, Pangkah, Tegal yang menjadi korban.
Satu di antaranya adalah Bakhrul Ulum.
Menunggu Hasil Uji DNA
Saat ini, keluarga Bakhrul Ulum masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait pemulangan jenazah.
Mengingat kondisi kecelakaan yang hebat, prosedur pencocokan identitas melalui sampel DNA harus dilakukan.
“Keluarga diminta menyerahkan sampel DNA. Nanti ada perwakilan yang datang mengambil sampel tersebut,” jelas Misbah.
Sambil menunggu kepulangan almarhum, pihak keluarga dan tetangga telah menggelar doa bersama atau tahlilan sejak Kamis malam di rumah duka. Harapan mereka hanya satu: jenazah Bakhrul bisa segera tiba di kampung halaman untuk dimakamkan dengan layak. (Tribunnews/ Tribun Jateng)