Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Pasca putusnya jalan lintas penghubung Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang pada Jumat (8/5/2026) pagi, upaya penanganan darurat langsung dilakukan di lokasi.
Penanganan sementara tersebut dilakukan untuk membuka kembali akses kendaraan yang sebelumnya sempat terputus akibat badan jalan amblas.
Proses penanganan darurat bukan dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
Melainkan oleh pemilik usaha tambang yang berada di sekitar lokasi bersama warga Kelurahan Rimbo Pengadang dan Desa Talang Ratu dengan TNI-Polri.
Dalam proses penanganan tersebut, satu unit alat berat jenis excavator dikerahkan untuk melakukan penimbunan pada titik jalan yang ambles menggunakan material batu koral.
Hasilnya, akses jalan lintas Curup-Lebong kini sudah kembali dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolsek Rimbo Pengadang, Ipda Sunarto mengatakan, kondisi jalan saat ini sudah kembali dapat dilalui kendaraan setelah dilakukan penimbunan material di lokasi jalan amblas.
Baik kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintas dengan tetap harus berhati-hati.
“Untuk kendaraan roda dua dan mobil sudah lancar melintas,”sampai Kapolsek kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Jumat sore.
Baca juga: Breaking News: Jalan Penghubung Rejang Lebong-Lebong Putus, Mobil Tak Bisa Melintas
Meski demikian, pihaknya belum merekomendasikan kendaraan dengan muatan berat melintasi kawasan tersebut karena kondisi jalan masih bersifat darurat.
Ia menyebutkan kendaraan truk dengan kapasitas muatan sekitar 4 ton masih diperbolehkan melintas.
Namun kendaraan dengan beban lebih berat tidak disarankan menggunakan jalur tersebut.
Diimbau untuk melintas dari arah Bengkulu Utara-Muara Aman maupun sebaliknya.
“Kalau truk muatan sekitar 4 ton masih bisa. Tapi kalau lebih dari itu belum disarankan karena kondisi jalan masih penanganan sementara,”jelasnya.
Kapolsek menambahkan, proses penimbunan material batu dan koral dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama aparat TNI-Polri.
Personel Polsek Rimbo Pengadang juga masih bersiaga di lokasi untuk membantu pengaturan arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi terjadinya kemacetan maupun kecelakaan.
Pihak kepolisian mengimbau pengendara tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut, terutama pada malam hari dan saat hujan turun karena kondisi badan jalan belum sepenuhnya stabil.
Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan dan tidak memaksakan kendaraan bermuatan berat melintasi titik jalan yang sebelumnya amblas demi menjaga keselamatan bersama.
"Kami himbau untuk pengendara tetap hati-hati saat melintas,"tutupnya.