TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terdapat sebuah desa dengan nama yang unik dan cukup mencuri perhatian, yakni Desa Tombol.
Nama desa ini kerap membuat orang penasaran. Tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan benda modern atau sesuatu yang terdengar futuristik karena identik dengan kata “tombol”.
Namun ternyata, asal-usul nama Desa Tombol sama sekali tidak berhubungan dengan benda elektronik maupun teknologi modern.
Desa Tombol, atau yang juga dikenal sebagai Dukuh Tombol, berada di wilayah Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.
Wilayah ini dikenal memiliki tanah yang subur dan sumber air yang melimpah, layaknya sejumlah desa terkenal lainnya di Klaten.
Karakteristik alam tersebut membuat kawasan ini sejak dulu cocok untuk pertanian dan budidaya tanaman tertentu.
Baca juga: Motif Pembunuhan Ustazah di Banjarbaru Terungkap, Pelaku Kepepet Kebutuhan, Sempat Pinjam Uang
Letak Desa Tombol juga cukup strategis karena berada tidak jauh dari Umbul Ponggok, destinasi wisata air terkenal yang sudah dikenal hingga berbagai daerah di Indonesia.
Jarak Desa Tombol dengan Umbul Ponggok bahkan hanya sekitar setengah kilometer saja.
Kedekatan lokasi itu membuat nama Desa Tombol juga mulai dikenal oleh banyak pengunjung yang datang ke kawasan wisata tersebut.
Di balik namanya yang unik, ternyata terdapat sejarah panjang yang berkaitan dengan tanaman tradisional.
Menurut penuturan kepala desa setempat, nama Tombol berasal dari tanaman tom atau tarum yang dulu banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Tanaman tom diketahui sejak dahulu dimanfaatkan warga sebagai bahan pewarna alami kain.
Karena jumlahnya sangat melimpah, masyarakat setempat kemudian membudidayakan tanaman tersebut secara turun-temurun.
Pewarna alami dari tanaman tom bahkan disebut cukup terkenal pada masanya dan menjadi salah satu hasil unggulan warga.
Menariknya, tanaman tom memiliki ciri tumbuh bergerombol di satu area.
Baca juga: Ahmad Dhani Bereaksi Keras saat El Rumi Usul Dul Jaelani Nikah di KUA: Saya Bapaknya, Terserah Saya
Dari kebiasaan tumbuh bergerombol itulah masyarakat kemudian menyebut kawasan tersebut dengan nama “Tombol”.
Nama itu akhirnya terus digunakan hingga menjadi identitas wilayah sampai sekarang.
Meski begitu, seiring perkembangan zaman, tanaman tom kini sudah sangat sulit ditemukan di Desa Tombol.
Perubahan profesi masyarakat juga ikut memengaruhi keberadaan tanaman tersebut.
Saat ini, banyak warga Desa Tombol yang beralih pekerjaan menjadi buruh maupun wiraswasta.
Meski tanaman tom sudah nyaris hilang, nama Tombol tetap bertahan dan menjadi bagian dari sejarah unik desa di Kabupaten Klaten tersebut.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)