Potret Terakhir Aldi, Rani Balitanya Sebelum Jadi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara
Shinta Dwi Anggraini May 08, 2026 09:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM – Tragedi kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Muratara, Rabu (6/5/2026), menyisakan kisah pilu. 

Di antara 16 korban jiwa, terdapat satu keluarga kecil asal Lampung yang harus kehilangan nyawa bersama dalam insiden tersebut.

Keluarga tersebut adalah pasangan muda Aldi Sulistiawan (26) dan Rani (24), serta putri kecil mereka yang baru berusia 1,8 tahun, Bela.

Kini, sebuah video amatir yang beredar di media sosial menjadi sorotan karena merekam detik-detik terakhir kebersamaan mereka sebelum menaiki bus maut tersebut.

Momen Terakhir di Pintu Bus

Dalam rekaman video yang beredar, suasana di area pintu bus awalnya tampak seperti keberangkatan biasa. 

Terlihat seorang awak bus berjaket merah sedang sibuk mencatat manifes penumpang, sementara beberapa pria lain saling bantu memasukkan barang bawaan ke dalam bagasi.

Di tengah kesibukan itu, kamera menangkap sosok Rani yang tengah menggendong erat buah hatinya, Bella. 

Rani tampak bersiap melangkah naik ke dalam bus, menyongsong perjalanan yang tak disangka akan menjadi perjalanan terakhir mereka.

Menyusul di belakangnya, sang suami, Aldi Sulistiawan, terlihat sigap membantu. 

Mengenakan setelan berwarna hitam, Aldi tampak membawa cukup banyak barang bawaan. 

Salah satu detail yang memilukan adalah ketika Aldi terlihat membawa selimut bayi milik Bella sesaat sebelum masuk ke dalam kabin bus ALS tersebut.

Duka Mendalam bagi Keluarga

Keluarga kecil ini merupakan bagian dari daftar panjang korban meninggal dalam kecelakaan yang mengguncang Sumatera Selatan tersebut. 

Potret mereka dalam video tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang mengharukan bagi kerabat yang ditinggalkan.

Momen Aldi dan Rani yang saling bahu-membahu membawa perlengkapan bayi mereka sebelum berangkat menunjukkan potret kasih sayang orang tua yang berusaha memberikan kenyamanan bagi anaknya, meski takdir berkata lain di Jalinsum Muratara.

Firasat dan Kesaksian Ayah Korban

Rekaman video tersebut ternyata diambil oleh Anwarudin (54), ayah kandung Aldi.

Anwarudin tidak menyangka jika niatnya mendokumentasikan keberangkatan sang anak adalah momen perpisahan terakhir.

"Saya yang antar langsung sampai ke loket. Saya sempat rekam momen mereka berangkat. Aldi itu tinggal di Way Kanan, Lampung, sehari-hari kerja serabutan," ujar Anwarudin mengenang.

Anwarudin menceritakan bahwa hari itu ia mengantarkan anak, menantu, dan cucunya untuk merantau ke Pekanbaru.

Mereka berharap bisa memperbaiki nasib dengan bekerja di perkebunan sawit setelah diajak oleh kerabat.

Berdasarkan komunikasi terakhir, Anwarudin mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut memang sudah terasa tidak nyaman sejak awal.

Sang anak sempat mengirim kabar melalui pesan singkat mengenai kondisi di dalam bus.

"Anak saya sempat kasih kabar. Katanya bus sempat mogok cukup lama, dan dia mengeluhkan sopir yang membawa bus secara ugal-ugalan," ungkapnya.

Kini, di tengah duka yang mendalam, Anwarudin hanya berharap adanya keadilan dan tanggung jawab dari pihak manajemen bus.

"Harapan saya, mudah-mudahan PO ALS bertanggung jawab penuh kepada para korban. Kami mohon bantuannya untuk pertanggungjawaban mereka," pungkasnya.

Sudah Beli Tiket Bus Handoyo

Hambali, ayah Rani menuturkan perjalanan Aldi Sulistiawan (26), Rani, dan anak mereka Bella (1,8) sempat beberapa kali tertunda sebelum akhirnya berangkat menggunakan bus yang mengalami kecelakaan.

Awalnya, mereka telah memesan tiket Bus Handoyo, namun gagal berangkat karena bus tidak mau menunggu saat kereta api melintas terlalu lama.

Upaya keberangkatan berikutnya juga tertunda lantaran tidak adanya jadwal bus.

“Awalnya bukan bus itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, akhirnya naik bus yang kecelakaan itu,” ujar Hambali saat ditemui Sripoku.com.

Ia menjelaskan, anak dan menantunya sempat hendak menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung. 

Namun berbagai kendala, termasuk keterlambatan akibat perjalanan kereta, membuat keberangkatan kembali tertunda hingga akhirnya mereka memilih bus nahas tersebut pada Selasa (5/5/2026).

Dalam kecelakaan itu, Hambali kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus, yakni anaknya Rani, menantunya Aldi, dan cucunya Bella yang masih balita.

Di tempat yang sama, paman korban, Ramdi, juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian keponakannya.

Menurutnya, Aldi dan Rani berangkat ke Pekanbaru dengan niat membuka usaha dan hidup mandiri di sana.

“Aldi pergi bersama Rani ke sana hendak usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, namun mereka ingin hidup mandiri di sana,” katanya.

Ramdi menambahkan, seminggu sebelum keberangkatan, keluarga sebenarnya telah menyiapkan bahan bangunan seperti pasir dan semen agar Aldi dan Rani membangun rumah di kampung halaman.

Namun pasangan tersebut tetap memutuskan merantau.

“Kami awalnya tidak memberikan izin mereka untuk berangkat. Seminggu sebelumnya kami sudah membelikan pasir dan semen untuk mereka bangun rumah di sini. Namun mereka tetap mau pergi, kami juga tidak menyangka adanya peristiwa ini,” tutupnya.

Daftar Nama Korban

Sebanyak 16 korban kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangki BBM tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Berdasarkan data terbaru, korban meninggal didominasi oleh kru kedua kendaraan dan penumpang bus.

Yang paling memilukan, satu keluarga kecil turut menjadi korban dalam kobaran api tersebut.

Berikut adalah identitas korban tewas :

  1. Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
  2. Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
  3. Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
  4. Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
  5. Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
  6. Relodo – Penumpang Bus ALS.
  7. Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
  8. Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
  9. Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
  10. Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
  11. Celinton - Penumpang Bus ALS.
  12. Hisyamsiah Bachri -  Penumpang Bus ALS.
  13. Sukardi  -  Penumpang Bus ALS.
  14. Salim  -  Penumpang Bus ALS.
  15. Budiyanto  -  Penumpang Bus ALS.
  16. Barhul Ulum  -  Penumpang Bus ALS.

4 Korban Selamat

Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.

Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.

  1. Jumiatun (35).
  2. Ngadiono (44). Juamiatun dan Ngadiono adalah warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
  3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (Luka bakar).
  4. Korban diperbolehkan pulang : M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).

Kronologi Kejadian

Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbakar hangus setelah menabrak truk tangki BBM milik PT Seleraya di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, diduga menghindari lubang sehingga mengambil lajur sebelah kanan.

Hal itu terungkap berdasarkan hasil penyelidikan sementara Satlantas Polres Musi Rawas Utara (Muratara) bersama Ditlantas Polda Sumatera Selatan seusai melakukan olah TKP.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi bus diduga kehilangan jalur ketika mencoba menghindari kerusakan jalan.

"Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan, lalu mengambil jalur kanan," kata Nandang, Kamis (7/5/2026).

Saat bus masuk ke jalur kanan, dari arah berlawanan, melaju truk tangki BBM milik PT Seleraya yang dikemudikan sopir bernama Hariyanto alias Yanto.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindarkan.

Benturan keras memicu kebakaran hebat hingga menghanguskan bus dan truk tangki beserta sejumlah korban di dalamnya.

"Dari insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan," ungkap Nandang.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.