Ledakan Besar Guncang Teheran, Iran Siaga Aktifkan Sistem Pertahanan Udara, AS Kirim Serangan
Galuh Palupi May 08, 2026 08:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Ledakan besar memicu Iran bersiaga hingga langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara pada Kamis (7/5/2026) malam waktu setempat.

Suara ledakan itu terdengar di penjuru ibu kota, membuat warga ikut waspada.

Media lokal seperti IRNA dan Mehr langsung melaporkan perkembangan terbaru ini.

Mereka menyebut pasukan militer Iran berjibaku menanggapi apa yang mereka gambarkan sebagai target musuh.

Namun tidak dirinci secara pasti apakah ledakan berasal dari rudal, drone, atau ancaman lain.

PERANG IRAN - Capture YouTube soal Iran mengaktifkan sistem pertahanan udara (YouTube/Tribun Kaltim)

Sementara itu, media Tasnim melaporkan ledakan terdengar di dekat Pelabuhan Bandara Abbas dan Selat Hormuz.

Baca juga: Kapal Tanker Iran Diserang, Teheran Tunjukkan Taring Langsung Pukul Mundur 3 Kapal AS Sekaligus

Seorang reporter Fox News mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Bandar Abbas dan Qeshm.

Militer Iran mengonfirmasi serangan tersebut dan menuduh AS bekerja sama dengan negara-negara di sekitar kawasan.

Negara yang dimaksud adalah Uni Emirat Arab (UEA), menurut laporan Tasnim.

Sebagai pembalasan, Iran menyerang kapal perusak AS di sebelah timur Selat Hormuz.

AS Balas Hantam Fasilitas Militer Teheran

Amerika Serikat melancarkan serangan balasan setelah kapal perang mereka diserang Iran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) merilis sejumlah titik di Iran yang jadi target serangan Amerika.

CENTCOM menyebut serangan ini merupakan upaya membela diri setelah Iran menyerang kapal militer AS di Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026).

"Pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi dan merespons dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak rudal kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei," ungkap CENTCOM dalam pernyataannya.

CENTCOM menyebut fasilitas militer Iran yang diserang AS antara lain lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, serta node intelijen, pengawasan, dan pengintaian.

Baca juga: Pil Pahit AS! Kerusakan Markas Militer Jauh Lebih Ngeri, Foto Satelit Bukti Serangan Iran Presisi

Sebelumnya, CENTCOM menyebut Iran terlebih dahulu meluncurkan rudal dan drone ketika tiga kapal militer AS melintas di Selat Hormuz.

PERANG IRAN - Ilustrasi serangan AS ke Iran
PERANG IRAN - Ilustrasi serangan AS ke Iran (Threads/@anakjaksel.ai)

Ketiga kapal militer AS itu adalah USS Truxtun (DDG-103), USS Rafael Peralta (DDG-115), dan USS Mason (DDG-87).

Namun CENTCOM menyebut tidak ada aset AS yang terkena serangan Iran.

Presiden Donald Trump kemudian memperingatkan Iran agar tidak meningkatkan ketegangan dan segera menandatangani kesepakatan. 

“Kami akan menghantam mereka jauh lebih keras dan jauh lebih brutal di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!” tulis Trump di Truth Social. 

Serangan di Bandar Abbas dan Qeshm 

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa serangan militer oleh AS dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.

Sementara itu, juru bicara angkatan bersenjata Iran mengatakan, serangan udara AS menghantam wilayah sipil di sepanjang pesisir Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik. 

Iran juga menuduh AS melanggar gencatan senjata yang masih berlangsung dengan menargetkan kapal tanker minyak Iran yang menuju Selat Hormuz. 

Teheran menyatakan telah melakukan “aksi balasan” dengan menyerang kapal militer AS di timur selat dan selatan pelabuhan Chabahar.

Baca juga: Kapal Tanker Iran Lolos Blokade AS Menuju Riau saat Kapal Pertamina Masih Tertahan, Ini Kata Kemenlu

Trump remehkan serangan AS ke Iran 

PERANG IRAN - Ilustrasi serangan AS ke Iran
PERANG IRAN - Ilustrasi serangan AS ke Iran (Tribunnews.com/tangkapan layar/X @sozunozutv)

Dikutip The Jerusalem Post, Trump menyebut tiga kapal perusak AS berhasil melewati Selat Hormuz “di bawah tembakan” tanpa mengalami kerusakan. 

“Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika baru saja berhasil melintasi Selat Hormuz di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal itu, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran,” kata Trump. 

Ia juga mengeklaim bahwa kapal-kapal kecil Iran yang menyerang telah dihancurkan.

“Mereka dihancurkan sepenuhnya bersama banyak kapal kecil yang digunakan untuk menggantikan angkatan laut mereka yang telah lumpuh total,” ujarnya. 

Pria berusia 79 tahun itu kemudian menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Rencananya sangat sederhana. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. 

Di tengah meningkatnya ketegangan, CENTCOM menekankan bahwa militer AS “tidak mencari eskalasi,” namun tetap siap melindungi pasukan Amerika dari serangan Iran. (Tribun Style/Tribun Video/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.