Orangtua Murid AIS Bekasi Tolak Pembangunan Lapangan Padel, Petisi Tembus 2.000 Tanda Tangan
Joseph Wesly May 08, 2026 08:44 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, PONDOK GEDE- Sejumlah orangtua murid Asshodriyah Islamic School (AIS) Bekasi menolak pembangunan lapangan padel yang berada tepat di samping lingkungan sekolah, Jalan Caman Raya Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Bentuk nyata penolakan itu dengan membuat petisi yang kini telah ditandatangani lebih dari 2.000 orang.

Satu orangtua murid AIS Bekasi, Moniqe mengatakan, keberatan utama ialah persoalan kebisingan hingga faktor keselamatan anak-anak selama proses pembangunan berlangsung.

"Ya, kami sebagai orangtua murid sangat menolak ya. Karena satu sendiri, lapangan padel itu otomatis akan mengganggu kebisingan, kami juga sudah buat petisi, udah ada hampir 2 ribu yang tanda tangan," kata Moniqe kepada jurnalis di lokasi, Jumat (8/5/2026).

Menurut Moniqe, suara aktivitas pembangunan lapangan padel terdengar hingga masuk ke ruang kelas dan mengganggu proses belajar mengajar.

Baca juga: Berdampingan dengan Sekolah, Pembangunan Lapangan Padel di Caman Bekasi Ditolak 

"Dari proses pembangunannya aja itu sudah berisik. Suara bangunnya, besi dipukul aja masuk sampai kelas. Belum nanti pada saat suara permainannya ya, pasti akan juga ngaruh ke kegiatan belajar-mengajar," ujarnya.

Selain kebisingan, Moniqe menjelaskan para orangtua juga menyoroti aspek keamanan proyek yang dinilai minim pengamanan.

Area pembangunan dinilainya berada sangat dekat dengan lapangan sekolah yang setiap hari dipakai siswa untuk bermain, olahraga, pengajian hingga pelaksanaan upacara.

"Sudah tidak safety. Harusnya tuh kalau bangun kan ada jaring pengaman, atau terpal, atau pembatas. Kami lihat sampai hari ini pun nggak ada," jelasnya.

"Tidak ada jaring pembatas, nggak ada pengamanan sama sekali. Anak-anak sedang bermain di lapangan. Kami olahraga, pengajian, upacara dilakukan di lapangan," sambungnya.

Moniqe mengaku khawatir jika material proyek sewaktu-waktu jatuh dan membahayakan para siswa.

Sebagai bentuk penolakan lainnya, para orangtua kemudian memasang spanduk.

Mereka juga mengaku telah menyuarakan persoalan tersebut melalui media sosial dengan menandai sejumlah pihak terkait.

"Petisi yang kita sebarkan ke orangtua murid, ke kerabat-kerabat, dan mungkin juga akan nyebar juga ke lingkungan," lugasnya.

Moniqe mengungkapkan, para orangtua berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi maupun instansi terkait dapat meninjau ulang izin pembangunan lapangan padel tersebut demi keamanan dan kenyamanan siswa saat belajar.

"Kalau bisa ditinjau lagi perizinannya. Kalau bisa dibatalkan, dibatalkan. Demi keamanan dan kenyamanan belajar sih," tutupnya.

Sementara, Kepala AIS Bekasi, Ahmad Baidowi mengatakan, pihak sekolah sejak awal telah menyampaikan keberatan terkait pembangunan lapangan olahraga tersebut

Menurutnya, pihaknya khawatir aktivitas di lapangan padel nantinya justru memunculkan kebisingan yang mengganggu konsentrasi siswa saat belajar.

"Ke depannya kami mengkhawatirkan mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak kami," kata Ahmad.

Berkaitan keresahan itu, Ahmad menjelaskan, pihak sekolah sempat melayangkan surat keberatan ke sejumlah instansi sejak awal tahun 2026.

Mulai dari Wali Kota, Dinas Tata Ruang (Distaru), Kecamatan, hingga Kelurahan.

Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut maupun respons atas surat tersebut.

"Alhamdulillah kami sudah mengirim surat dari awal sebelum pembangunan ini terjadi. Kami kirim ke wali kota, kelurahan, kecamatan, kemudian dinas-dinas terkait. Namun memang sampai saat ini belum ada follow up atau balasan," jelasnya.

Sebelumnya, Ahmad menuturkan, lahan yang kini tengah dibangun sarana olahraga tersebut merupakan area penjualan tanaman hias.

Hanya saja, setelah masa kontrak berakhir pada Oktober 2025, lokasi tersebut digusur dan dilakukan pembangunan.

Kemudian pembangunan sempat dihentikan sementara saat Ramadan lantaran izin belum lengkap.

Akan tetapi, selepas Idul Fitri, pembangunan kembali berjalan setelah izin dikabarkan telah terbit.

"Ramadan itu sempat stop pembangunan karena belum ada izin. Setelah Idul Fitri tiba-tiba izin itu keluar untuk mendirikan lapangan padel ini," tuturnya. (M37)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.