SRIPOKU.COM, MURATARA — Satu korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel) dipindah ke Palembang, Jumat (8/5/2026) menjelang Magrib.
Saat keluar dari RSUD Rupit menuju ambulans, terlihat tubuh korban bernama Jumiatun itu masih dipenuhi lilitan perban.
Pantauan reporter Sripoku.com di lapangan, korban keluar dari ruang ICU RSUD Rupit sekira pukul 17.30, kemudian ditempatkan ke mobil ambulans.
Terlihat di dalam ambulans beberapa petugas kesehatan sibuk dan bekerja keras memastikan semua peralatan terpasang dan berfungsi dengan baik.
Baca juga: Sopir Bus ALS Diduga Hindari Lubang di Jalinsum Muratara, Herman Deru : Dalamnya Dua Sentimeter
Sebab, saat korban hendak dipindah, dengan kondisi penuh balutan perban hampir di seluruh bagian tubuh ditambah masih banyak peralatan yang terpasang di badan korban.
Kasi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi Julianti, mengatakan kondisi wanita asal Pati, Jawa Tengah, sudah cukup stabil.
Namun, masih dalam pengawasan ketat dari petugas kesehatan.
"Korban Jumiatun sudah cukup stabil dan luka bakar yang dialami 80 persen," katanya saat diwawancarai Sripoku.com, Jumat (8/5/2026).
Dia juga mengatakan bahwa selama menjalani perawatan di RSUD Rupit, telah dilakukan beberapa tindakan, termasuk operasi terhadap luka bakarnya.
"Sudah dioperasi dan memang masih terpasang intubasi dan tersambung ke ventilator. Korban juga masih dalam pengawasan ketat petugas," ungkapnya.
Baca juga: Alami Luka Bakar 99 Persen dan Trauma Inhalasi, Korban Ke-17 Bus ALS Meninggal di RSUD Rupit
Untuk diketahui, Jumiatun merupakan salah satu dari empat korban yang selamat dalam insiden kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki minyak.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/5/2026) lalu di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya.
Awalnya, dia bersama tiga orang lainnya selamat dalam insiden tersebut.
Namun, salah satu korban atas nama Muhamad Tahrul Hubaidi akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 8 Mei 2026 sekira pukul 11.55 WIB.
Hingga akhirnya, korban tewas dalam kecelakaan tersebut bertambah dari awalnya hanya 16 orang, kini menjadi 17 orang, dan korban selamat 3 orang.