Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung 2025–2028 Resmi Dilantik
Ardhina Trisila Sakti May 08, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung masa bakti 2025–2028 resmi dilantik. Grand Safran Hotel.

Tampak para dokter yang mengenakan jaket hijau bertuliskan logo Ikatan Dokter Indonesia di bagian dada.

Dalam pelantikan tersebut, dr. Arinal Pahlevi, Sp.DVE dipercaya sebagai Ketua IDI Wilayah Bangka Belitung. Pelantikan tersebut menegaskan pentingnya kompetensi dan etika sebagai pondasi utama profesi dokter di Indonesia.

“Membangun organisasi dokter yang solid, profesional dan kolaboratif dalam mendukung pelayanan kesehatan di daerah,” katanya kepada Bangkapos Jumat (08/5/2026).

20260508  Bangka Belitung
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung masa bakti 2025–2028 resmi dilantik di Grand Safran Hotel, Jumat (8/5/2026). Pelantikan dr. Arinal Pahlevi, Sp.DVE dipercaya sebagai Ketua IDI Babel.

Selain dr. Arinal Pahlevi, kepengurusan IDI Wilayah Bangka Belitung juga diisi Ketua Dewan Pertimbangan dr. Andri Nurtito, MARS , Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dr. Egha Zainur Ramadhani, Sp.PK, Ketua Majelis Pertimbangan dan Pengembangan Kedokteran (MPPK) dr. Andriansyah Bonorusid, Sp.DVE.

Arinal mengatakan pelantikan tersebut merupakan momentum yang telah lama dipersiapkan oleh jajaran pengurus.

“Alhamdulillah, ini momen yang sudah kami tunggu-tunggu. Sudah direncanakan cukup panjang waktu merencanakannya. Alhamdulillah bisa dilaksanakan hari ini, lancar sesuai harapan,” kata dr. Arinal.

Ia mengatakan kepengurusan baru IDI Wilayah Bangka Belitung memiliki komitmen untuk ikut berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah.

“Kedepannya melalui organisasi kami, Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung, dapat berkontribusi untuk menunjang khususnya derajat kesehatan masyarakat Bangka Belitung dan secara umum derajat kesehatan bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu pihaknya menggandeng berbagai unsur mulai dari pemerintah, rumah sakit, klinik, organisasi profesi hingga Forkopimda di Bangka Belitung.

“Undangan-undangan yang kami hadirkan hari ini merupakan elemen-elemen dalam pembangunan kesehatan. Mulai dari stakeholder pemerintah, rumah sakit, asosiasi rumah sakit, asosiasi klinik, para direktur rumah sakit, organisasi profesi hingga Forkopimda Bangka Belitung,” jelasnya.

20260508 Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung 2
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung masa bakti 2025–2028 resmi dilantik di Grand Safran Hotel, Jumat (8/5/2026). Pelantikan dr. Arinal Pahlevi, Sp.DVE dipercaya sebagai Ketua IDI Babel.

Pelantikan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung serta jajaran Forkopimda. Gubernur Bangka Belitung diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel dr. Ria Agustine, sementara Kapolda Kepulauan Bangka Belitung diwakili Kabid Dokkes Kombes Pol dr. I Nyoman Gustama.

Arinal berharap sinergi tersebut mampu mendukung terciptanya tata kelola pelayanan kesehatan yang baik atau good governance di Bangka Belitung.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap dokter dalam menjalankan tugas profesinya. Menurut dia, rasa aman sangat diperlukan agar dokter dapat bekerja secara optimal sesuai kompetensinya.

“Dalam bekerja rasa aman itu diperlukan. Aman dalam prosedur pelaksanaan kompetensi sebagai seorang dokter, kemudian juga kesejahteraannya rasa aman, sehingga dengan rasa aman itu setiap dokter dapat dengan baik dan optimal melaksanakan tugas-tugas kompetensinya,” ujarnya.

Ia menegaskan profesi dokter harus berdiri di atas dua hal penting yakni kompetensi dan etika profesi.

“Kita seolah-olah berdiri pada dua kaki. Yang satu kompetensi, kemampuan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan skill seorang dokter. Yang kedua adalah etika. Karena profesi dokter adalah profesi khusus yang memiliki etika khusus pula,” katanya.

Sekretaris Jenderal PB IDI, Telogo Wismo Agung Durmanto menegaskan bahwa profesi dokter harus tetap menjunjung tinggi etika, profesionalisme dan kesejahteraan.

“Dokter Indonesia harus beretika, mandiri, profesional dan menjunjung tinggi nilai kesejahteraan,” ujarnya dalam sambutan.

Ia kembali mengingatkan bahwa setiap dokter harus memiliki dua pondasi utama agar tetap kokoh dalam menjalankan profesinya.

“Setiap dokter Indonesia itu harus punya dua kaki. Satu kaki kompetensi dan kedua kaki etika. Maka tetaplah berdiri tegak dokter di Indonesia termasuk profesinya dalam Ikatan Dokter Indonesia,” katanya.

Menurut Telogo, kepengurusan baru IDI Wilayah Bangka Belitung juga diharapkan menjadi organisasi profesi yang solid baik secara internal maupun eksternal.

“Insya Allah pengurus IDI wilayah masa bakti ini memiliki visi menjadi organisasi profesi yang solid. Solid internal ke bawah hingga seluruh cabang dan juga solid ke atas bersama pengurus besar serta seluruh jajaran,” katanya.

Ia menyebut saat ini terdapat lima cabang IDI di Bangka Belitung dan ke depan diharapkan dapat berkembang menjadi tujuh cabang,” tambahnya.

Selain solid secara organisasi, pihaknya juga berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat bersama pemerintah, rumah sakit, klinik, tenaga kesehatan hingga Forkopimda di Bangka Belitung.

“Forkopimda hadir untuk menunjukkan bahwa kita semua berjalan seiring. Semoga langkah-langkah kolaboratif ini terus berjalan ke depan,” ucapnya.

(Bangkapos.com/Erlangga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.