Uskup Maksimus Regus Catat Rekor, Tokoh Agama NTT Pertama Bergelar Profesor
Nofri Fuka May 08, 2026 10:45 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mencatat sejarah sebagai uskup ke-4 di Indonesia yang menyandang gelar profesor sekaligus menjadi tokoh agama Katolik dan Protestan pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meraih jabatan akademik tertinggi tersebut.

Pencapaian ini disampaikan Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, dalam sambutannya saat mengukuhkan dua Guru Besar Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng, Jumat (8/5/2026). 

Ia menegaskan, capaian Prof. Maksimus di bidang Pendidikan Sosial Agama dan Multikulturalisme akan memberi kontribusi penting bagi penguatan nilai keagamaan, kemasyarakatan serta keberagaman budaya.

Menurut Prof. Adrianus, pengukuhan guru besar merupakan prosesi formal akademik yang menjaga kehormatan jabatan tertinggi seorang dosen sekaligus memperkuat wibawa institusi perguruan tinggi. 

 

Baca juga: Unika Santu Paulus Ruteng Miliki Dua Guru Besar Baru, Ini Harapan Ketua Yayasan

 

 

Ia menambahkan, kualitas dosen yang mencapai gelar profesor akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di kampus, khususnya di Unika Santu Paulus Ruteng.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya jumlah profesor di NTT. Saat ini, Unika Santu Paulus Ruteng telah memiliki lima profesor aktif setelah pengukuhan dua guru besar tersebut. 

Prof. Adrianus berharap semakin banyak lahir profesor baru dari kampus tersebut guna mendukung pembangunan pendidikan di daerah.

Ucapan Syukur

Sementara itu, Mgr. Maksimus Regus menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya. Ia menyebut gelar profesor ini bukan hanya anugerah pribadi, tetapi juga rahmat bagi banyak orang.

“Perasaan penuh syukur atas penghargaan ini. Ini bukan hanya anugerah bagi saya, tetapi rahmat bagi semua,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan beragama, sosial, dan budaya. Menurutnya, keberagaman harus dirawat melalui semangat kebersamaan dan persaudaraan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.