Iran Serang UEA dengan Rudal dan Drone Usai Baku Tembak dengan Kapal Perang AS di Hormuz
Hasiolan Eko P Gultom May 08, 2026 11:38 PM

Iran Serang UEA dengan Rudal dan Drone Usai Baku Tembak dengan Kapal Perang AS di Hormuz

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (8/5), beberapa jam setelah insiden antara pasukan Iran dan kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udara negara itu langsung diaktifkan untuk menghadapi ancaman yang datang dari Iran.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah di platform X, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan suara ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah berasal dari operasi pencegatan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.

Baca juga: Media Israel: Tel Aviv Jajaki Cara untuk Mundur dari Perang Lawan Iran, UEA Sudah Gabung Perang?

“Sistem pertahanan udara UEA saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan drone yang berasal dari Iran,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak mendekati atau menyentuh puing-puing hasil intersepsi demi alasan keamanan.

Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Insiden Bermula dari Ketegangan di Selat Hormuz

Serangan Iran terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kapal perang AS berhasil melewati Selat Hormuz meski mendapat serangan dari pihak Iran.

Trump menyebut tiga kapal perusak Angkatan Laut AS sempat ditembaki saat melintas di jalur strategis tersebut.

“Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika berhasil melintasi Selat Hormuz di bawah serangan. Tidak ada kerusakan pada kapal kami, tetapi penyerang Iran mengalami kerusakan besar,” tulis Trump di Truth Social.

Trump juga memperingatkan Iran akan menghadapi balasan lebih keras apabila menolak menandatangani kesepakatan dengan Washington.

AS dan Iran Saling Tuding

Amerika Serikat menuduh Iran sebagai pihak yang memulai baku tembak di Selat Hormuz.

Namun versi berbeda disampaikan Teheran. Komando militer Iran justru menuding Washington lebih dulu menyerang kapal tanker minyak Iran dan kapal lainnya di kawasan tersebut.

Iran menyatakan pasukannya melakukan serangan balasan terhadap kapal militer Amerika sebagai respons langsung atas aksi tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Teheran akan menyampaikan posisi resminya kepada Pakistan yang bertindak sebagai mediator setelah seluruh pembahasan internal selesai dilakukan.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas 

Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia karena meningkatnya konfrontasi militer antara Iran dan Amerika Serikat.

Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia karena dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global.

Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Teluk dan potensi gangguan distribusi energi internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.