SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Fakta memilukan di balik dugaan dua jenazah yang menempel dalam satu kantong jenazah korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Muratara, Sumatra Selatan, pada Rabu (6/5/2026) siang.
Berdasarkan pemeriksaan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, dua jenazah tersebut diduga sedang berpelukan.
“Jadi kemarin kita sampaikan ada 16 kantong jenazah yang datang, diduga 16 jenazah. Ternyata temuan hari ini ada 17 jenazah. Jadi satu kantong ada dua body part (potongan tubuh) ditemukan, diduga dua body part itu sedang berpelukan," kata Karumkit RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kombes Pol. dr. Budi, dalam konferensi pers Jumat (8/5/2026) sore.
Dikatakannya, dua jenazah itu terdiri dari satu body part dewasa dan satu body part diduga anak berumur di bawah lima tahun.
Baca juga: 16 Sampel Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Dibawa ke Mabes Polri, Jenazah Menempel Menyusul
Ketika ditanya jenis kelamin kedua body part itu, dr. Budi menambahkan bahwa dirinya belum bisa memastikan.
"Belum bisa saya sampaikan, tetapi satu kantong itu ada dua body part potongan tubuh," jelasnya kembali.
Hingga Jumat (8/5/2026) malam, korban meninggal dunia kecelakaan yang terjadi Rabu (6/5/2026) siang itu berjumlah 18 orang.
Sebanyak 17 orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu korban lainnya sempat menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.
Lanjut dr. Budi, tim juga sempat mendapat informasi ada dua penumpang bus ALS berjenis kelamin laki-laki memakai kalung.
Tetapi, dari hasil pemeriksaan post mortem, ditemukan jenazah yang memakai kalung adalah laki-laki dan perempuan.
Baca juga: Breaking News: Jumlah Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah, Ada Dua Jenazah Menempel
"Dari foto korban laki-laki berdasarkan ante mortem ada yang memakai kalung identik. Namun dari foto yang memakai kalung adalah perempuan. Kami tim DVI belum dapat memastikan jenazah tersebut,” tegasnya.
Ditambahkan dr. Budi, hingga saat ini 16 sampel korban telah dikirimkan ke laboratorium Mabes Polri melalui jalur udara.
Hasilnya diperkirakan akan keluar lima hari paling cepat atau bisa dua pekan depan paling lama.
“Untuk kantong jenazah yang isinya ada dua body part, rencana sampel akan kita kirimkan besok pagi, kita susulkan," katanya kembali.