AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, berlaku 5 sampai dengan 12 Mei 2026.
BMKG memperingatkan adanya gelombang sedang pada 18 wilayah di perairan Maluku dengan ketinggian gelombang mencapai 1.25 sampai 2.5 meter.
Informasi itu merujuk pada kondisi sinoptik daerah konvergensi terpantau terbentuk memanjang dari Laut Arafuru hingga Maluku.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan rata-rata 6 - 20 knot.
Peningkatan kecepatan angin permukaan hingga mencapai >25 knots terpantau di Laut Arafuru yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Berujung Kematian di Tanimbar Masuk Tahap II, 3 Tersangka Diserahkan ke Jaksa
Baca juga: PDI Perjuangan Bakal Gelar Turnamen Antar Kampung Soekarno Cup Maluku
Berikut 18 wilayah di perairan Maluku berpeluang terjadi gelombang dengan ketinggian 1.25 sampai dengan 2.5 meter :
Perairan Utara Pulau Buru
Perairan Selatan Pulau Buru
Perairan Pulau Ambon sampai Pulau Lease
Perairan Selatan Maluku Tengah
Perairan Seram Bagian Timur (Selatan)
Perairan Seram Bagian Timur (P. Gorong)
Perairan Kepulauan Banda Neira
Perairan Kepulauan Kai
Perairan Timur Kepulauan Aru
Perairan Barat Kepulauan Aru
Perairan Barat Kepulauan Tanimbar
Perairan Timur Kepulauan Tanimbar
Perairan Kepulauan Babar
Perairan Kepulauan Sermata sampai Kepulauan Leti
Kepulauan Wetar
Laut Banda
Laut Arafuru Bagian Barat
Laut Arafuru Bagian Tengah
Saran Keselamatan
Tinggi gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran:
-Perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter.
-Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter.(*)