Gus Ipul Akui SDM Kemensos Tak Becus Urus Proyek, Nasib Sepatu Siswa Rp27 M Kini Terombang-ambing
jonisetiawan May 09, 2026 02:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Polemik anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat kembali menjadi perhatian publik. Nilai pengadaan yang disebut mencapai Rp 27 miliar memunculkan beragam pertanyaan, mulai dari mekanisme pengadaan hingga transparansi penggunaan anggaran negara.

Di tengah sorotan tersebut, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akhirnya memberikan penjelasan langsung. Ia menegaskan bahwa pengadaan sepatu bernilai miliaran rupiah itu bukan dilakukan untuk tahun 2026, melainkan sudah berjalan sejak tahun 2025.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Jumat (8/5/2026), untuk membahas berbagai hal terkait pengadaan barang dalam program Sekolah Rakyat.

Baca juga: Ogah Terseret Skandal, Gus Ipul Jemput Bola ke KPK: Kami Akan Buka-bukaan Soal Sepatu Sekolah Rakyat

Pengadaan Rp 27 Miliar Disebut Sudah Berjalan Tahun Lalu

Gus Ipul menegaskan, pengadaan sepatu lapangan dengan nilai sekitar Rp 27 miliar telah dilaksanakan pada tahun 2025. Sementara untuk kebutuhan tahun 2026, proses lelang disebut belum dilakukan sama sekali.

“Untuk sepatu lapangan itu memang nilainya sekitar Rp 27 miliar, dan itu sudah dilaksanakan pada tahun 2025, sementara yang 2026 belum dilakukan lelang,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, angka yang muncul dalam dokumen pengadaan merupakan pagu anggaran atau nilai perencanaan awal yang telah melalui berbagai tahapan dan konsultasi sesuai aturan yang berlaku.

“Setelah itu baru menjelang lelang nanti ada harga perkiraan sendiri, itu pun juga ada mekanismenya.

Setelah itu proses lelang, dan biasanya, ya selalu saya enggak tahu detailnya, biasanya itu harganya lebih murah daripada harga perkiraan sendiri,” ujarnya.

SEPATU SEKOLAH RAKYAT- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
SEPATU SEKOLAH RAKYAT- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat senilai Rp 27 miliar sudah dilakukan pada 2025, sedangkan lelang untuk tahun 2026 belum dimulai. (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

Kemensos Akui SDM Pengadaan Masih Lemah

Meski membela proses penyusunan anggaran, Gus Ipul juga mengakui bahwa sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Sosial masih belum sepenuhnya siap dalam urusan pengadaan barang dan jasa.

Karena itu, pihaknya memilih membuka ruang koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk menjadikan hasil monitoring sebagai bahan evaluasi internal.

“Hasil monitoring yang dilakukan oleh KPK akan kami jadikan pedoman untuk memperbaiki kinerja kami di masa yang akan datang,” ucap dia.

Pengakuan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap proyek-proyek pengadaan pemerintah yang kerap menimbulkan polemik, terutama ketika nilainya dianggap tidak wajar.

Baca juga: Bantah Anggaran Bengkak, Gus Ipul Sebut Rp27 M untuk Sepatu Baru Rencana Awal: Nanti Lebih Murah

Angka Fantastis Rp 27 Miliar Sempat Jadi Polemik

Sebelumnya, pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat menjadi viral setelah muncul angka Rp 27 miliar dalam perencanaan anggaran. Publik mempertanyakan besarnya nilai tersebut, bahkan muncul asumsi harga sepatu per pasang bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Menanggapi polemik itu, Gus Ipul menegaskan bahwa nilai tersebut bukan harga final hasil pembelian, melainkan masih sebatas perencanaan sebelum proses lelang dilakukan.

Ia memastikan proses pengadaan nantinya dilakukan secara terbuka sehingga nilai akhirnya bisa jauh lebih rendah dibanding pagu awal.

"Proses pengadaan ini dilelang secara terbuka dan nanti hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya," kata Gus Ipul saat ditemui di proyek Sekolah Rakyat Kedung Cowek, Surabaya, Senin (4/5/2026).

"Kalau sekarang disebut Rp 700.000 (per sepatu), nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu. Nanti kan akan ada proses lelang, saya tidak terlalu mengerti detail tentang proses lelang itu," lanjutnya.

Gus Ipul Larang Titipan dan Permainan Anggaran

Di tengah perhatian publik yang terus menguat, Gus Ipul mengaku telah memberi peringatan keras kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengadaan agar tidak bermain-main dengan anggaran program Sekolah Rakyat.

Ia menekankan bahwa proses pengadaan harus berjalan bersih tanpa intervensi maupun praktik titipan tertentu.

"Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobi, titipan, rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpan dalam proses pengadaan," kata dia.

Kini, pengadaan sepatu Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi persoalan administrasi belaka, tetapi juga menjadi ujian transparansi pemerintah dalam menjalankan program pendidikan dan bantuan sosial berskala besar.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.