Bocoran IHSG Terbaru 9 Mei 2026 Lengkap Rekomendasi Harga Saham Pilihan Analis Terbaru
Rizky Zulham May 09, 2026 02:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Simak bocoran IHSG terbaru 9 Mei 2026 lengkap rekomendasi harga saham pilihan analis terbaru selengkapnya cek disini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Jumat 8 Mei 2026.

Pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 17,63 poin atau 0,25 % ke 7.162,35.

Sebanyak 193 saham naik, 240 saham turun dan 210 saham stagnan.

Hanya satu indeks sektoral yang selamat ke zona hijau yakni sektor infrastruktur yang naik 1,01 % .

Baca juga: Rekomendasi Harga Saham Pilihan Analis Terbaru 9 Mei 2026, IHSG Kembali Anjlok

Sedangkan 10 indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah, mengikuti pelemahan IHSG.

Indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor properti yang turun 0,70 % , sektor barang konsumen siklikal turun 0,69?n sektor barang baku yang turun 0,64 % .

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 2,71 miliar saham dengan total nilai Rp 927,74 miliar.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (2,21 % )

2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (1,54 % )

3. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (1,54 % )

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) (-2,45 % )

2. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) (-2,44 % )

3. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (-2,33 % )

Target IHSG 2026 Diturunkan

Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun 2026 diproyeksi akan melambat, dan tidak akan sekencang perkiraan sebelumnya. Pasalnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak dunia turut mengubah pergerakan IHSG hingga akhir 2026. 

Head of Research Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi menyampaikan Samuel Sekuritas telah revisi target IHSG untuk akhir 2026 menjadi 7.500 dengan asumsi earnings growth hanya mencapai 2?ngan fair price to earnings ratio (P/E) multiple 12,3 kali. 

Untuk skenario bullish, IHSG diproyeksi bisa mencapai ke level 8.000 dengan earning growth 5?n fair P/E di multiple di level 12,9 kali. 

Pada skenario bearish, IHSG diperkirakan menuju 6.300 dengan earnings growth minus 3?n fair P/E multiple 10,9 kali. 

“Awalnya target earning growth bisa mencapai 5 % , tetapi kami turunkan menjadi 2 % . Jadi kami turunkan satu tingkat. Alasannya karena rupiah dan harga minyak,” kata Prasetya dalam acara Media Connect, Kamis (7/5/2026). 

Dia bilang nilai rupiah diperkirakan bisa menuju level Rp 17.500 per dolar AS di skenario dasarnya. Untuk skenario bearish rupiah bisa ke atas Rp 18.000 dolar AS dan di skenario bullish rupiah akan bergerak di bawah Rp 17,000 per dolar AS. 

Prasetya juga memproyeksikan jika nilai tukar rupiah menembus level Rp 18.000 per dolar AS, maka akan berdampak ke sektor consumer staples hingga perbankan yang akan mempengaruhi kualitas aset.

RHB Sekuritas Indonesia juga turut memangkas target IHSG 8.100, yang mencerminkan valuasi 13,9 kali P/E. Awalnya, perusahaan efek dengan kode broker DR ini memproyeksikan IHSG bisa melaju ke 9.400.  

Head of Research RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya menjelaskan proyeksi tersebut ditopang oleh pertumbuhan laba yang diperkirakan sekitar 8,9 % –10 % untuk tahun penuh di 2026–2027. 

“Ini didukung oleh permintaan domestik yang tetap resilien meski menghadapi ketidakpastian eksternal dan tantangan domestik, serta likuiditas yang stabil dan normalisasi laba secara bertahap di sektor-sektor utama,” jelasnya dalam riset yang dirilis, Senin (4/5/2026). 

Dalam skenario yang lebih konstruktif, IHSG berpotensi naik menuju 8.700 dengan valuasi 15 kali P/E. Ini akan didorong oleh membaiknya appetite risiko, realisasi laba yang lebih kuat, dan kondisi makro yang lebih mendukung. 

“Namun demikian, dengan masih adanya ketidakpastian terkait suku bunga global, volatilitas komoditas, dan arah kebijakan, kami melihat ruang ekspansi valuasi,” jelas Andrey. 

Di sisi downside, lanjut dia, skenario bearish di level 6.800 dengan valuasi 11,7 kali P/E. Ini mencerminkan potensi guncangan eksternal, melemahnya sentimen, dan risiko terhadap laba yang dapat memicu kompresi valuasi lebih dalam. 

Andrey menjelaskan sektor perbankan, konsumer, batubara, kesehatan, pertambangan logam, minyak dan gas, unggas, properti, energi terbarukan, dan telekomunikasi masih menjadi pendorong utama pandangan konstruktif RHB Sekuritas Indonesia.

Baca juga: Rekomendasi Harga Saham Pilihan Analis Terbaru 8 Mei 2026, IHSG Kembali Stabil

“Namun tekanan mulai muncul dari likuiditas ketat, pelemahan rupiah, kenaikan biaya, dan melemahnya daya beli masyarakat bawah, sehingga perhatian pasar mulai bergeser ke risiko jangka menengah,” katanya.

Semoga informasi ini bermanfaat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.