PIM Korea Selatan Tegaskan Peran Diaspora dalam Kolaborasi Indonesia dan Korea
Glery Lazuardi May 09, 2026 03:22 AM

TRIBUNNEWS.COM - Perempuan Indonesia Maju (PIM) Korea Selatan menegaskan komitmennya sebagai jembatan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Korea Selatan di berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan perempuan, pendidikan, budaya, UMKM, hingga penguatan jejaring internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua PIM Korea Selatan, Patricia Sylvia Mamusung, usai mengikuti pelantikan Perempuan Indonesia Maju periode 2026–2031 di Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (7/5/2026).

Baca juga: Sinergi Diaspora dan Pemerintah, Kunci Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Gresik

Patricia menekankan bahwa diaspora Indonesia di Korea Selatan tidak hanya berfungsi sebagai komunitas, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membuka peluang kerja sama internasional.

“Kami hadir bukan hanya sebagai komunitas diaspora, tetapi juga sebagai jembatan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang perempuan, pendidikan, budaya, UMKM, investasi, serta jejaring internasional,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan Indonesia perlu mengambil peran lebih besar di tengah perubahan global. Akses terhadap pendidikan, jejaring internasional, dan peluang global dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan bangsa.

Patricia menambahkan, pengalaman di Korea Selatan menunjukkan bahwa disiplin, inovasi, dan investasi pada kualitas sumber daya manusia, termasuk peran perempuan, menjadi kunci pembangunan.

Ia juga menyoroti tantangan ketahanan bangsa di tengah dinamika global, baik dalam aspek ekonomi, budaya, keluarga, maupun moral generasi muda. “Ketahanan bangsa dimulai dari ketahanan keluarga. Dan ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh kualitas perempuan Indonesia,” kata Patricia.

Sebagai bentuk kontribusi, PIM Korea Selatan membuka peluang kolaborasi melalui sejumlah program strategis, seperti business matching, women empowerment, UMKM go global, educational exchange, cultural collaboration, dan international networking.

Patricia menutup dengan ajakan agar perempuan Indonesia mampu tampil mandiri, kompetitif, dan berperan di tingkat internasional.

“Ketika perempuan Indonesia naik kelas, bangsa Indonesia juga akan naik kelas,” ujarnya.

Selain memimpin PIM Korea Selatan, Patricia juga menjabat sebagai Ketua Umum International Partnership Collaborations (IPC), organisasi yang aktif membangun jejaring lintas negara.

PIM berfokus pada pemberdayaan perempuan Indonesia di Korea Selatan, sementara IPC menjadi wadah kolaborasi internasional yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas budaya, institusi pendidikan, dan investor dari kedua negara.

Melalui program-program tersebut, IPC mendorong UMKM Indonesia menembus pasar internasional serta memperkuat pertukaran budaya sebagai sarana mempererat hubungan masyarakat.

Kehadiran PIM dan IPC dinilai memberikan kontribusi positif dalam memperluas jejaring diaspora Indonesia sekaligus memperkuat citra bangsa di Korea Selatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.