Warga Tanah Tingal Tangsel Geram Banjir Berulang, Protes ke Wali Kota yang Respon Janji Bereskan
Budi Sam Law Malau May 09, 2026 02:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL — Kemacetan panjang, genangan air yang tak kunjung surut, hingga warga terpaksa berjalan kaki puluhan menit menjadi gambaran frustrasi masyarakat di kawasan Tanah Tingal, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Banjir yang terus berulang di titik tersebut kini memicu protes warga dan mendapat respons langsung dari Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Benyamin memastikan Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak akan tinggal diam meski ruas jalan yang menjadi lokasi banjir merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

Baca juga: Kondisi Pertigaan Tanah Tingal, Titik Banjir dan Macet Parah di Ciputat Tangsel

“Pak Wakil Wali Kota sudah melakukan pengecekan, nanti akan kita evaluasi kemudian ditangani di dinas teknis,” ujar Benyamin Davnie di Ciputat, Jumat (8/5/2026).

Pernyataan itu muncul setelah keluhan warga terkait banjir di pertigaan Tanah Tingal viral dan menuai perhatian publik.

Genangan air yang muncul setiap hujan deras disebut semakin parah dan kini melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Banjir Lumpuhkan Aktivitas Warga

Banjir di kawasan pertigaan Tanah Tingal terjadi pada Rabu (6/5/2026) malam.

Genangan air yang menguasai badan jalan menyebabkan kemacetan total di jalur penghubung Ciputat, Bintaro, hingga arah Serua.

Kondisi tersebut membuat kendaraan nyaris tidak bergerak selama berjam-jam.

Desi Eliska, warga Ciputat, mengaku mengalami langsung kekacauan lalu lintas saat pulang dari Stasiun Sudimara.

“Nyampe stasiun sekitar jam 20.10, keluar stasiun udah terjadi penumpukan kendaraan,” kata Desi.

Menurutnya, mobil-mobil hampir sepenuhnya terjebak kemacetan.

Sementara pengendara motor harus bergantian dengan pejalan kaki di sisi jalan yang sempit dan licin.

“Mobil hampir stuck sih. Kalau motor masih bisa lewat pinggir-pinggir, tapi itu pun harus gantian sama pejalan kaki,” ujarnya.

Baca juga: Banyak Motor Mogok Terobos Banjir Puri Kembangan, Air Capai 80 Cm

Situasi semakin menyulitkan karena layanan transportasi umum dan ojek online praktis lumpuh akibat kemacetan panjang.

Desi akhirnya memilih berjalan kaki menuju rumahnya di sekitar Tanah Tingal setelah gagal mendapatkan transportasi.

“Karena ojol nggak ada yang mau ngambil dan angkot pun nggak gerak, jadi mutusin buat jalan kaki aja,” ungkapnya.

Perjalanan yang biasanya hanya lima hingga tujuh menit dengan sepeda motor berubah menjadi sekitar 25 menit berjalan kaki di tengah kemacetan dan genangan air.

Drainase Rusak dan Proyek Perumahan Disorot

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah persoalan infrastruktur yang diduga memperparah banjir.

Kontur jalan di sekitar pertigaan Tanah Tingal terlihat lebih rendah sehingga membentuk cekungan yang mudah tergenang air.

Di sisi lain, kondisi drainase dinilai buruk. Penutup saluran air tampak rusak dan retak di beberapa titik.

Bahkan ada saluran terbuka yang tidak tertutup beton secara utuh.

Warga juga menyoroti proyek pembangunan perumahan baru di sekitar lokasi yang disebut ikut memperburuk sistem drainase.

Saluran air di sekitar proyek terlihat tertutup tanah dan sampah.

Gulungan kabel juga tampak berserakan di atas drainase.

Desi menilai banjir kini jauh lebih mudah terjadi dibanding beberapa tahun lalu.

“Dulu sih Tanah Tingal nggak sering banjir, paling kalau intensitas hujannya lagi tinggi banget aja. Tapi sekarang kayaknya jadi lebih gampang banjir,” katanya.

Ia menduga kombinasi pembangunan, saluran air tersumbat, dan meningkatnya jumlah kendaraan menjadi penyebab utama persoalan tersebut.

“Jumlah kendaraan makin banyak, jalanan sempit, gorong-gorong kesumbat karena pembangunan, akhirnya bikin banjir,” jelasnya.

Benyamin: Tetap Akan Ditangani Meski Jalan Provinsi

Menanggapi keluhan warga, Benyamin Davnie menegaskan Pemkot Tangsel akan tetap bergerak meski status jalan dan drainase berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

Menurutnya, ada sejumlah aspek yang tetap bisa dikerjakan pemerintah kota demi mengurangi dampak banjir terhadap masyarakat.

“Meskipun itu jalan provinsi, tapi ada bagian-bagian yang bisa kita lakukan,” ucap Benyamin.

Ia menyebut langkah awal yang dilakukan adalah pemetaan persoalan di lapangan sebelum menentukan penanganan teknis maupun koordinasi lintas instansi.

“Paling tidak saya mendapatkan informasi nanti hal apa saja yang harus ditangani. Kalau harus dikoordinasikan ke provinsi, kita koordinasikan,” katanya.

Benyamin juga menyoroti minimnya informasi kepada masyarakat terkait status kewenangan jalan tersebut.

Akibatnya, seluruh keluhan warga selalu diarahkan kepada Pemkot Tangsel.

“Tapi sayangnya tidak semua masyarakat tahu bahwa itu jalan provinsi,” ujarnya.

Pemprov Banten Diminta Bergerak Cepat

Sementara itu, Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel, Kemal, menyebut ruas Jalan Aria Putra beserta sistem drainasenya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

Pihaknya mengaku telah melaporkan persoalan genangan tersebut kepada Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) Tangerang dari Dinas PUPR Provinsi Banten.

“Kami sudah sampaikan kejadian genangan tersebut kepada UPJJ Tangerang, Dinas PUPR Provinsi Banten,” kata Kemal.
Warga kini berharap penanganan tidak lagi sekadar pengerukan drainase sementara tanpa hasil nyata.

Masyarakat meminta pemerintah segera memperbaiki sistem saluran air, memperluas trotoar, dan menata pembangunan di sekitar kawasan Tanah Tingal agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan tiba. (m30)

 


 
 
 
 
 

 

 


 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.