Update Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha: 13 Tersangka Ditahan di Tiga Polsek
Glery Lazuardi May 09, 2026 05:20 AM

TRIBUNNEWS.COM - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha terus bergulir. Sebanyak 13 tersangka kini resmi ditahan pihak kepolisian di tiga lokasi berbeda karena keterbatasan ruang tahanan perempuan di Polresta Yogyakarta.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta, Apri Sawitri, mengatakan para tersangka ditempatkan di beberapa Polsek berbeda.

“Para tersangka kami tahan di tiga Polsek. Di Polsek Ngampilan ada enam tersangka, di Mergangsan enam tersangka dan satu tersangka di Polsek Wirobrajan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Menurut Apri, pemisahan lokasi penahanan dilakukan karena ruang tahanan khusus perempuan di Mako Polresta Yogyakarta sangat terbatas.

“Kebanyakan di Polresta kan laki-lakinya, kalau dicampur berbahaya,” katanya.

Polisi saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan korban. Meski jumlah tersangka masih 13 orang, penyidik membuka kemungkinan adanya penambahan tersangka baru.

“Doakan saja segera selesai,” tutur Apri.

Dalam penanganan kasus ini, total terdapat 68 anak yang diduga menjadi korban kekerasan di daycare tersebut. Anak-anak itu sebelumnya ditempatkan di lima kelas berbeda, yakni Baby Mungil, Baby Kecil, Baby Besar, Kelas Edukasi, dan Pra TK.

“68 anak itu yang sekarang, di luar angkatan terdahulu,” kata Apri.

Selain itu, sebanyak 61 orang tua atau saksi korban telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Baca juga: Orang Tua Korban Little Aresha Daycare Protes, Layangkan Petisi ke UGM

Saat ini pemeriksaan masih difokuskan terhadap korban dan orang tua dari kelas Edukasi sebelum berlanjut ke kelas lainnya.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain dalam kasus tersebut, termasuk dugaan penggunaan obat tidur kepada anak-anak.

“Pastinya sudah kami dalami, hanya saja belum mendapatkan bukti-bukti. Kalau polisi bicara harus ada buktinya, sekarang masih kita dalami,” tegas Apri.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Yogyakarta setelah muncul dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut. Polisi memastikan proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta dan pihak yang terlibat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.