Kedua suksesnya budidaya ikan lele di Tulungagung.
Ketiga tanggapan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi terkait peristiwa dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh camat yang kemudian dicopot dari jabatannya.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Jatim Terpopuler: Sejumlah Pasar di Sidoarjo Rusak dan Sepi Hingga Sindikat Joki Dibongkar
Pelaksanaan rekrutmen tenaga kesehatan non ASN di BLUD RSUD dr. Koesnadi Bondowoso menuai sorotan publik.
Pengumuman hasil tes menimbulkan banyak pertanyaan.
Karena hanya rekrutmen formasi perawat yang hasil nilainya tak diumumkan.
Meski dalam daftar tersebut daftar peserta perawat paling banyak.
Yusdeny Lana Sakti, dokter spesialis di RSUD dr. Koesnadi di akun media sosialnya bahkan menyampaikan dugaan kejanggalan tersebut.
Dalam postingannya, dia mengaku sudah mendapatkan curhatan dari para peserta perawat.
Mereka mempertanyakan bagaimana penilaian penerimaan perawat jika skoringnya saja tak ada yang tahu. Maka, atas dasar apa penilaian tersebut.
"Ini kenapa bisa begini, bagaimana asas transparansinya," ungkapnya seperti dikutip dalam video, Jum'at (8/5/2026).
Dia mengatakan jelas-jelas model perekrutan yang tak ada skoringnya ini melanggar sistem merit. Karena dasar dari sistem merit ini adalah transparansi, akuntabilitas, tanpa diskriminatif dan nepotisme, serta profesionalisme.
Selain itu, Yusdeni mengaku mendapatkan informasi dugaan tentang nomer ujian peserta yang diberi warna.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Di Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, aktivitas budidaya ikan lele menjadi pemandangan yang cukup akrab.
Kolam-kolam pembesaran berdiri di sejumlah sudut desa dan menjadi sumber penghasilan bagi warga setempat.
Salah satunya milik Farid Andi Wibowo.
Sejak tahun 2021, ia mulai menekuni usaha budidaya ikan lele setelah melihat sektor pangan menjadi bidang yang tetap berjalan pasca pandemi COVID-19.
Meski sempat kuliah di jurusan perbankan syariah, Farid memilih terjun ke dunia budidaya karena melihat peluang usaha yang masih terbuka lebar.
"Apapun kondisinya, orang tetap butuh makan. Dari situ saya melihat budidaya lele ini masih punya prospek," ujarnya.
Berawal dari beberapa kolam sederhana, Farid perlahan mengembangkan usahanya.
Dalam satu siklus budidaya, ikan lele membutuhkan waktu sekitar dua setengah hingga tiga bulan hingga siap panen.
Menurutnya, usaha budidaya lele tidak bisa dijalankan sembarangan.
Banyak faktor yang harus diperhatikan mulai dari kualitas air, pakan, hingga kondisi ikan selama masa pembesaran.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Nasib camat di Kabupaten Lamongan yang viral diduga selingkuh.
Kini camat itu dicopot dari jabatannya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga angkat bicara terkait peristiwa dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh anak buahnya.
Camat tersebut kini sudah diperiksa oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Inspektorat.
Kaji Yes mengatakan bahwa mutasi atau pencopotan jabatan yang dilakukan terhadap oknum camat tersebut merupakan bagian dari sanksi yang telah diberikan.
“Kami sudah mendengar terkait hal tersebut dan mutasi yang kami lakukan beberapa waktu lalu juga merupakan salah satu bentuk sanksi kepada yang bersangkutan,” katanya kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, sanksi berupa pencopotan dari jabatan camat itu telah diputuskan sambil menunggu tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Lamongan.
“Laporan sudah saya terima dari Inspektorat, untuk sanksi lainnya nanti menunggu. Sekarang sudah dicopot dari jabatannya sebagai camat itu sudah salah satu sanksinya,” ujarnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>