Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Upaya pemberantasan narkoba di Jawa Timur terus didorong menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
DPRD Jawa Timur menilai peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi bersama.
Anggota Komisi A DPRD Jatim Husnul Aqib menerangkan bahwa di Provinsi Jawa Timur hal ini terus digaungkan.
Misalnya DPRD Jatim kerap melaksanakan edukasi dengan menggandeng berbagai stakeholder untuk meluaskan pemahaman tentang bahaya narkoba.
Pun demikian dengan pemerintah yang juga menaruh konsen terhadap hal ini. Sosialisasi juga dilakukan di berbagai sektor.
"Bahwa kita benar-benar semangat untuk gimana caranya agar tidak ada lagi pengguna narkoba. Kita harus bersama-sama," kata Aqib sebagaimana dikutip Jumat (8/5/2026).
Baca juga: DPRD Jatim Usulkan Biro Khusus Kelola BUMD, Solusi Cepat Dongkrak PAD
Penjelasan tersebut disampaikan Aqib saat berbincang dalam serial Podcast Ngobrol Bareng Dewan di Studio TribunJatim Network di Surabaya, beberapa waktu lalu.
Bersama Aqib, sesi podcast ini khusus berbicara agar bagaimana Jawa Timur bersih dari narkoba.
Untuk mewujudkan daerah bersih dari narkoba masing-masing pihak memiliki peran penting.
Diantaranya kepolisian, pemerintah hingga masyarakat. Kolaborasi ini penting terus dilakukan bahkan hingga tingkat bawah. Tujuannya, agar berbagai upaya bisa optimal.
"Kita harus berkolaborasi betul," ungkap Aqib yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jatim ini.
KELUARGA JADI BENTENG
Dalam kondisi saat ini, Aqib berpendapat bahwa keluarga juga menjadi benteng penting agar tidak ada lagi yang terjerumus dalam praktik penyalahgunaan narkoba. Sebagai lingkungan terkecil, masing-masing di keluarga harus saling menjaga. Harus saling mengingatkan. Ini juga menjadi bentuk antisipasi.
"Tidak boleh apatis," jelas Aqib.
Politisi senior ini pun mewanti-wanti agar kesadaran bersama untuk melakukan antisipasi harus terus ditingkatkan.
Ia berpesan agar anak muda, sebagai salah satu pihak rentan, jangan sampai tergiur terhadap peredaran narkoba ini. Kesadaran diri sendiri juga perlu terus dilakukan.
"Bagi yang punya teman-teman yang sudah kena narkoba, maka kita arahkan bagaimana caranya agar rehabilitasi. Supaya dia kembali dan mari kita sama-sama menjadi relawan untuk pemberantasan narkoba," ungkap Aqib