TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dua pelajar asal Kabupaten Badung berhasil lolos pada seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Bali. Hal itu pun memastikan kedua siswa tersebut akan mewakili Bali dalam seleksi tingkat nasional tahun 2026.
Kedua siswa itu yakni I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMAN 1 Kuta Utara dan Vadeline Angelia dari JB School Badung. Keduanya masuk dalam enam besar calon Paskibraka Bali yang akan mengikuti tahapan seleksi di tingkat nasional.
Selain dua wakil Badung itu, ada empat peserta lainnya yang lolos yakni I Gusti Ngurah Agung Avara Sastrawan Wibisana dari SMAN 3 Denpasar, Kadek Pandu Ari Capriano dari SMAN 1 Melaya Jembrana, Ni Luh Made Pradnya Dewi Paramita dari SMK Triatmajaya Tabanan, serta Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani dari SMAN 1 Kubu Karangasem.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Bali, I Komang Kusumaedi mengatakan, keenam peserta tersebut dipilih melalui proses seleksi ketat yang diikuti 90 peserta dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.
"Jadi dari hasil seleksi di provinsi akan mewakili Bali untuk seleksi di pusat," ujarnya Jumat 8 Mei 2026.
Diakui pengumuman lulus seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bali itu pun diumumkan Kamis malam pukul 23.00 WITA. Semua peserta dicek satu per satu untuk mencari yang terbaik
Menurutnya, penilaian dilakukan berdasarkan hasil psikotes, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), kesehatan, peraturan baris-berbaris (PBB), kesamaptaan hingga aspek kepribadian.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih para siswa Badung dalam seleksi Paskibraka tahun ini.
"Dari 10 orang yang diseleksi, dua orang berhasil lolos ke tingkat nasional yakni satu putra dan satu putri. Sedangkan delapan lainnya lolos menjadi Paskibraka tingkat Provinsi Bali. Kami ucapkan selamat kepada mereka semua," ujarnya.
Ia menegaskan, seleksi Paskibraka bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas dan memiliki jiwa nasionalisme.
"Paskibraka bukan hanya tentang baris-berbaris dan pengibaran bendera, tetapi simbol kehormatan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada bangsa dan negara," terangnya.
Mas Arimbawa menambahkan, keberhasilan siswa Badung menembus seleksi nasional merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah melalui Kesbangpol sebagai pengampu kegiatan.
“Ini tanggung jawab bersama. Mereka membawa nama baik orang tua, sekolah, desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Karena itu, kami akan terus mengawal dan mendukung mereka sampai tuntas melaksanakan tugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI nanti,” katanya.
Mantan Camat Abiansemal tersebut juga berharap capaian ini mampu memotivasi sekolah-sekolah lain di Badung untuk semakin aktif membina kegiatan kepaskibrakaan.
Untuk diketahui seleksi tingkat Provinsi Bali sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026. Selain mengirim enam calon ke tingkat nasional, Bali juga menyiapkan 74 putra-putri terbaik untuk bertugas sebagai Paskibraka tingkat provinsi pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 mendatang. (*)