Pelajar hingga Tukang Becak Ikut Pelatihan Bahasa Inggris di Pulau Doom Sorong, Pecahkan Rekor MURI
Petrus Bolly Lamak May 09, 2026 09:38 AM

 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Program Doom English Training 2026 meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kategori pelatihan Bahasa Inggris dengan peserta terbanyak dan calon pengajar Bahasa Inggris terbanyak.

Penghargaan Rekor MURI tersebut diserahkan Direktur Operasional MURI Yusuf  Ngadri pada penutupan kegiatan Doom English Training 2026 di Pulau Doom, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Pulau Doom Kota Sorong Bakal Segera Punya Stadion Mini Internasional hingga Jalan Lingkar

Piagam Rekor MURI diterima Founder Yayasan Pulau Doom Papua, Engelin Yolanda Kardinal, bersama Ketua DPRP Papua Barat Daya Ortis Fernando Sagrim dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya Adolof Kambuaya hingga para pejabat lainnya.

Pelatihan diselenggarakan Yayasan Pulau Doom Papua selama lima hari itu diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, masyarakat umum hingga tukang becak. 

Baca juga: 23 Rumah di Pulau Doom Terdampak Abrasi, Pemkot Sorong Rencana Pembangunan Tembok Penahan Ombak

Program ini menargetkan peserta mampu menguasai 300 kalimat Bahasa Inggris dalam waktu singkat melalui metode pembelajaran praktis dan interaktif.

Ketua DPRP Papua Barat Daya Ortis Fernando Sagrim kagum dengan perkembangan kemampuan peserta, terutama anak-anak usia dini hingga pelajar SMA yang mampu menunjukkan peningkatan signifikan hanya dalam waktu beberapa hari pelatihan.

“Ini bukan hanya soal kurikulum, tetapi metode pembelajaran yang digunakan sangat efektif dan cocok untuk anak-anak Papua,” ujarnya.

Menurut Ortis, metode pembelajaran Doom English Training layak diperluas ke berbagai daerah di Papua Barat Daya agar semakin banyak generasi muda memiliki kemampuan Bahasa Inggris.

Ia mendorong dinas teknis mempelajari metode tersebut sebagai salah satu pendekatan pembelajaran bagi anak-anak Papua.

Baca juga: Kesaksian Vera Kabra Saat Ombak 3 Meter Hantam Pulau Doom: Perabot Rusak, Kami Tak Berani Tidur

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya Adolof Kambuaya menilai program sangat strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya.

“Bahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan, pariwisata, teknologi, perdagangan, dan hubungan internasional,” katanya.

Baca juga: Liga 4 Papua Barat Daya: Persemay Maybrat Hajar Putra Doom 3-0 di Laga Pembuka

Ia menyebut pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan bahasa, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan wawasan generasi muda Papua Barat Daya.

“Kami percaya investasi terbaik bagi masa depan daerah ini adalah investasi pada sumber daya manusianya,” ujarnya.

Founder Yayasan Pulau Doom Papua Engelin Yolanda Kardinal mengatakan, program tersebut lahir dari keinginannya agar generasi muda Pulau Doom mampu bersaing di tingkat internasional.

“Saya ingin anak-anak di Doom bisa berbahasa Inggris dengan baik dan siap go internasional. Pulau Doom ini daerah wisata, jadi masyarakat harus siap berkomunikasi dengan wisatawan dari berbagai negara,” katanya.

Baca juga: Gerakan Indonesia ASRI, Anggota Brimob Polda Papua Barat Daya "Gulung" Sampah Halte Doom Sorong

Engelin bilang, keberhasilan meraih Rekor MURI bukan menjadi akhir, melainkan tantangan mengembangkan pendidikan bahasa asing secara berkelanjutan di Pulau Doom.

Dia berkomitmen mendorong pusat pendidikan atau education center yang tidak hanya menyediakan pelatihan Bahasa Inggris, tetapi Bahasa Jepang dan Bahasa Prancis dengan metode pembelajaran serupa.

Selain itu, Engelin menargetkan Pulau Doom dapat berkembang menjadi “Kampung Inggris” di Papua Barat Daya melibatkan lebih banyak pelatih lokal.

“Ke depan kita ingin mencetak lebih banyak trainer lokal supaya program ini terus berkembang,” katanya. 

Baca juga: Babak Baru Pembangunan Stadion Doom: DPR RI Segera Rapatkan Rekomendasi Bersama Pemerintah

Sebanyak 571 peserta mengikuti pelatihan Bahasa Inggris mendapatkan sertifikat. 

“Kami komitmen mencetak lebih banyak trainer lokal agar peserta pelatihan bisa mencapai 2.000 peserta kedepannya,” ujarnya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.