TRIBUNSTYLE.COM - Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat dalam aksi saling serang sejak Rabu (6/5/2026).
Pada Rabu (6/5/2026), AS melumpuhkan dua kapal tanker milik Iran yang dinilai melanggar blokade.
Kedua kapal tanker tersebut adalah kapal tanker minyak M/T Sea Star III dan M/T Sevda.
Bukti pelumpuhan lalu dirilis oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui sebuah video pada Jumat (8/5/2026).
Menurut CENTCOM, kapal tanker minyak tanpa muatan berbendera Iran itu berupaya berlabuh di pelabuhan Iran di Teluk Oman.
Dua kapal tanker Iran disebut melanggar blokade AS.
Baca juga: Ledakan Besar Guncang Teheran, Iran Siaga Aktifkan Sistem Pertahanan Udara, AS Kirim Serangan
Lantas pesawat tempur F/A 18 Super Hornet melumpuhkan kedua kapal tanker itu dengan menembakkan amunisi presisi ke cerobong asapnya.
Terlihat ledakan hingga semburan api saat misil AS tepat sasaran ke kedua kapal tanker Iran.
Dikutip dari The War Zone, peristiwa ini menjadi ketiga kalinya AS menembaki kapal-kapal Iran yang menerobos blokade.
Angkatan Laut AS menggunakan meriam lima inci kapal perusak yang menembakkan peluru inert untuk menghancurkan bagian mesin sebuah kapal dan melumpuhkannya.
Selain itu, AS juga menggunakan meriam Vulcan 20mm Super Hornet untuk melumpuhkan kemudi kapal lainnya.
Namun penggunaan bom yang dijatuhkan melalui cerobong asap kapal hanya untuk melumpuhkan, tidak menghancurkan kapal tersebut.
Pada Kamis (7/5/2026) di kawasan timur Selat Hormuz, Iran membalas serangan AS terhadap kapal tanker mereka.
Dalam sebuah video yang dirilis IRGC, seorang prajurit menempelkan stiker ke rudal yang hendak ditembakkan untuk membidik kapal angkatan laut Amerika Serikat.
Isi stiker itu diduga sebuah pesan kutipan religius tentang burung yang menyerang secara berkelompok pada sebuah rudal.
Baca juga: Kapal Tanker Iran Diserang, Teheran Tunjukkan Taring Langsung Pukul Mundur 3 Kapal AS Sekaligus
Selain itu, terdapat tulisan penghormatan untuk para siswa Minab yang menjadi korban serangan mematikan saat awal masa perang.
Stiker tersebut juga menampilkan gambar para tentara Iran yang telah gugur sebagai bentuk peringatan atas pengorbanan mereka.
Masih di hari yang sama pada Kamis (7/5/2026) malam, AS langsung membalas serangan Iran.
Suara ledakan terdengar di penjuru ibu kota, membuat Iran siaga dan mengaktifkan sistem pertahanan udara.
Media lokal seperti IRNA dan Mehr langsung melaporkan perkembangan terbaru ini.
Mereka menyebut pasukan militer Iran berjibaku menanggapi apa yang mereka gambarkan sebagai target musuh.
Namun tidak dirinci secara pasti apakah ledakan berasal dari rudal, drone, atau ancaman lain.
Sementara itu, media Tasnim melaporkan ledakan terdengar di dekat Pelabuhan Bandara Abbas dan Selat Hormuz.
Baca juga: Kapal Tanker Iran Diserang, Teheran Tunjukkan Taring Langsung Pukul Mundur 3 Kapal AS Sekaligus
Seorang reporter Fox News mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Bandar Abbas dan Qeshm.
Militer Iran mengonfirmasi serangan tersebut dan menuduh AS bekerja sama dengan negara-negara di sekitar kawasan.
Negara yang dimaksud adalah Uni Emirat Arab (UEA), menurut laporan Tasnim.
Sebagai pembalasan, Iran menyerang kapal perusak AS di sebelah timur Selat Hormuz. (Tribun Style/Tribun Video)