Kronologi Laga Playoff Promosi di Jayapura Ricuh, Fasilitas Stadion dan Kendaraan Dibakar
Paul Manahara Tambunan May 09, 2026 01:29 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA — Pertandingan krusial playoff promosi Pegadaian Championship 2025-2026 yang mempertemukan Persipura Jayapura dengan Adhyaksa FC Banten berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi di Stadion Lukas Enembe, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026) malam.

Massa yang kecewa melakukan perusakan fasilitas stadion hingga pembakaran sejumlah kendaraan di luar area pertandingan.

Laga yang dihadiri oleh 35.335 penonton tersebut berjalan dengan tensi tinggi sejak awal.

Sepanjang pertandingan, penonton berulang kali menunjukkan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjfaliev.

Akibatnya, wasit sempat menghentikan laga selama beberapa menit menyusul adanya lemparan botol plastik ke arah lapangan.

Kekecewaan massa memuncak saat peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup.

Baca juga: Sayonara! Persipura Gagal Melenggang ke Kasta Tertinggi

Penonton mulai melemparkan botol mineral, petasan, serta menyalakan kembang api (flare) ke dalam lapangan.

Aparat keamanan harus bersiaga menggunakan tameng guna melindungi pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan saat menuju ruang ganti.

Dampak Kericuhan

Sejumlah penonton yang merangsek masuk ke lapangan melakukan perusakan terhadap fasilitas stadion. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, bangku pemain cadangan lawan dan bangku perangkat pertandingan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Selain itu, kaca-kaca di lorong masuk pemain juga pecah dirusak massa.

PERSIPURA GAGAL PROMOSI - Suasana pertandingan Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC Banten pada laga playoff Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5/2026). Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dan gagal promosi ke Liga 1 musim depan.
PERSIPURA GAGAL PROMOSI - Suasana pertandingan Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC Banten pada laga playoff Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5/2026). Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dan gagal promosi ke Liga 1 musim depan. (Tribun-Papua.com/Yulianus Magai)

Kericuhan juga meluas hingga ke luar stadion.

Massa membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar stadion, termasuk kendaraan operasional milik Polri dari Satuan Brimob dan Polres Jayapura, serta kendaraan milik masyarakat umum.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Cahyo Sukarnito menyatakan bahwa situasi mulai terkendali pada Jumat pukul 23.00 WIT. 

"Akibat kericuhan sementara sedang didata. Ada beberapa kendaraan yang dibakar oleh massa, termasuk kendaraan operasional Polri dan milik masyarakat," ujar Cahyo.

Akibat kondisi keamanan yang tidak memungkinkan, sesi konferensi pers usai pertandingan pun ditiadakan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Persipura Kalah, Kericuhan Pecah dan Bintang Kejora Berkibar di Stadion Lukas Enembe

Kegagalan Promosi

Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Adhyaksa FC.

RICUH LAGA PERSIPURA - Kondisi terkini di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026) malam. Tampak panitia pelaksana berdiri menyaksikan kerusakan fasilitas pasca-ricuh suporter lantaran kecewa Persipura kalah atas Adhyaksa FC 0-1. Mereka lalu merusak berbagai fasilitas pertandingan, termasuk bench dandinding kaca gedung.
RICUH LAGA PERSIPURA - Kondisi terkini di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026) malam. Tampak panitia pelaksana berdiri menyaksikan kerusakan fasilitas pasca-ricuh suporter lantaran kecewa Persipura kalah atas Adhyaksa FC 0-1. Mereka lalu merusak berbagai fasilitas pertandingan, termasuk bench dandinding kaca gedung. (Tribun-Papua.com/Paul Manahara Tambunan)

Gol tunggal tim tamu dicetak oleh pemain asing Adilson Silva pada menit ke-45+1 memanfaatkan skema serangan balik.

Hasil ini memastikan Adhyaksa FC meraih tiket terakhir promosi ke Super League, menyusul PSS Sleman dan Garudayaksa yang telah lebih dulu lolos.

Sementara itu, bagi Persipura Jayapura, kekalahan ini memaksa mereka bertahan di kasta kedua Liga Indonesia untuk musim keempat secara berturut-turut.

Penantian publik Papua untuk melihat kembali tim berjuluk Mutiara Hitam itu di kasta tertinggi sepak bola nasional masih harus berlanjut.

Sejak terdegradasi pada musim 2021-2022, Persipura masih mengalami kesulitan untuk kembali ke kompetisi kasta teratas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.