BI Lampung Gelar LaSEF 2026, Perkuat Ekosistem Halal dan Dorong Kemandirian Ekonomi Umat
Reny Fitriani May 09, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung resmi membuka Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 di Lampung City Mall, Jumat (8/5/2026). 

LaSEF 2026 mengusung tema "Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan".

Gelaran ini menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi ekosistem halal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat melalui sinergi sektor riil di Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui pemberdayaan UMKM dan perluasan gaya hidup halal.

"Penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan langkah strategis Bank Indonesia untuk mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, dan melahirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung," ujar Bimo Epyanto.

Baca Juga: BI Lampung Perkuat Ekonomi Syariah Lewat LaSEF 2026, Hadirkan Talkshow hingga Kompetisi

Bimo memaparkan bahwa LaSEF 2026 bertumpu pada tiga program utama.

Pertama, Perluasan Implementasi Halal Value Chain yang ilakukan melalui Halal Mart, Pameran UMKM, serta sertifikasi Halal dan pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA).

Lalu, Optimalisasi Pembiayaan Syariah melalui Business Matching pembiayaan serta edukasi pengelolaan Zakat dan Wakaf Produktif di era digital.

LaSEF juga menjadi wadah Penguatan Literasi dan Halal Lifestyle, Menghadirkan Tabligh Akbar, sesi Talkshow edukatif terkait filantropi digital dan investasi syariah, hingga lima kompetisi besar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan, yang mewakili Gubernur Lampung, mengapresiasi kolaborasi BI dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. 

Terlebih, di tengah tantangan iklim El Nino Godzilla saat ini, inisiatif Wakaf Sumur Produktif menjadi solusi nyata bagi para petani.

Mulyadi menekankan pentingnya program filantropi tersebut sebagai wujud kepedulian yang berkelanjutan bagi produktivitas sektor riil.

"Satu sumur membawa ribuan keberkahan. Ini adalah wujud sedekah yang tidak berhenti mengalir, sekaligus solusi konkret menjaga produktivitas petani kita," ujar Mulyadi.

Dengan populasi 9,4 juta penduduk yang mayoritas Muslim serta dukungan lebih dari 1.000 pondok pesantren, Lampung memiliki potensi besar untuk mentransformasi ekonomi dari basis konsumsi menuju kemandirian produksi. 

Sektor pengolahan daging (RPH) pun didorong agar mampu menembus pasar halal global.

Ekonomi Lampung sendiri mencatatkan pertumbuhan solid sebesar 5,58 persen (yoy) pada Triwulan I 2026. 

Sinergi dalam LaSEF 2026 diharapkan mampu menjawab target prioritas daerah, termasuk akselerasi sertifikasi halal dan peningkatan aset perbankan syariah demi kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.