Lebaran Depok: Tradisi 'Kebo Andil'-Ambisi Tembus Kalender Wisata Nasional
GH News May 09, 2026 03:08 PM
Depok -

Suasana meriah perayaan Lebaran Depok 2026 di Depok kembali memikat masyarakat setempat. Acara yang digelar Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC) sampai 9 Mei 2026 ini menjadi tuan rumah acara pelestarian budaya yang menonjolkan tradisi otentik dalam sejarah Depok.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendapatkan pengakuan dalam program Karisma Event Nusantara (KEN), di bawah naungan Kementerian Pariwisata.

Lebaran Depok ini menarik banyak warga yang antusias, dimeriahkan oleh kegiatan utama Motong Kebo Andil & Nyedengin Baju, menawarkan pengalaman nostalgia yang memikat bagi para pengunjung.

"Potong Andilan Kebo, motong andil kebo. Jadi orang dulu kalau pengen makan daging setahun sekali di Lebaran itu, ya patungan. Ada 20 orang, 30 orang, dan patungannya bukan seminggu sebelum Lebaran, tapi setahun! Itu namanya Arisan Andilan," ujar Hamzah selaku ketua Acara Lebaran Depok.

"Selama setahun itu nyicil, yang 5 perak, yang 10 perak, sampai batas angka yang disepakati untuk 30 orang beli kebo ini berapa jumlahnya. Nah, jadi kita potong besok, kita masak, dan kita makan bersama-sama," tambahnya.

Supian Suri, tokoh terkemuka di masyarakat dan pemerintahan Depok, menyampaikan bahwa inti dari acara ini adalah menumbuhkan rasa cinta yang mendalam di antara warga terhadap kotanya.

"Semangatnya adalah 'Depok Rumah Kita'. Kita cintai kota ini, dan kita lestarikan budaya serta kebiasaan yang biasanya orang-orang kita dulu laksanakan, salah satunya fesyen era 70-an," ungkap Supian.

Supian juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Depok tengah berdiskusi intensif agar Lebaran Depok, yang kini telah menginjak tahun ketujuh pelaksanaannya, dapat naik kelas menjadi agenda pariwisata berskala nasional.

"Insyaallah setelah kebersamaan warga ini terbangun, kita akan masuk ke nasional, termasuk tadi Karisma Event Nusantara. Kita berharap ini menjadi kalender wisata. Tahun depan menjadi tahun kedelapan, kita kuatkan barisannya dulu dan kompak dengan masyarakat," tambahnya.

Terkait aspirasi warga yang menginginkan acara serupa digelar di kecamatan lain seperti Cimanggis, Supian menyambut baik masukan tersebut, meski mengakui adanya keterbatasan ruang yang akan didiskusikan lebih lanjut untuk evaluasi tahun depan.

Selain prosesi adat Motong Kebo Andil, acara ini juga dimeriahkan dengan Gambang Kromong, Lomba Hias Tumpeng, Bazar UMKM, hingga Fashion Show yang disebut Nyedengin Baju.

"termasuk pakai baju jadulan. Kenapa makna itu? Jadi tahun 70-an itu orang-orang Depok kalau Lebaran biasanya pakai bajunya cutbray, baju-baju jadul. Besok kita jadulan namanya, dan sekalian," jelas Hamzah.

Dukungan penuh terhadap pelestarian budaya ini juga datang dari legislatif. Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PPP, Ijaz Konita Lutfia, yang turut hadir mengenakan outfit era 70-an, mengapresiasi antusiasme warga yang luar biasa.

"Saya men-support penuh, ini bagian dari pelestarian budaya. Harapan saya, dari tahun ke tahun acara Lebaran Depok ini makin meriah dan memberikan manfaat, terutama jika kita lihat antusiasme UMKM-nya," ujar Ijaz Konita.

Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan pakem tradisi asli yang sudah diwariskan turun-temurun, meski dikemas dalam balutan acara modern.

"Runtutan kegiatannya seperti rantangan, ngepasin baju (nyedengin baju), dan lain sebagainya itu tidak boleh hilang. Tinggal kita improvisasi pengembangannya saja agar UMKM dan antusiasme masyarakat lebih meningkat lagi," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.