TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musyawarah Daerah (Musda) Taekwondo Indonesia (TI) DIY dijadwalkan berlangsung di Loman Hotel Yogyakarta pada Minggu (10/5/2026).
Menjelang pelaksanaan Musda, dukungan dari sejumlah Pengkab dan Pengkot terus mengalir demi memastikan roda organisasi tetap berjalan serta pembinaan atlet taekwondo di DIY tetap terjaga.
Ketua Pengkab TI Sleman, Asep Riyadi, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Musda sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan keberlanjutan pembinaan atlet.
Menurutnya, Musda menjadi kebutuhan mendesak untuk mengakhiri masa transisi kepengurusan sekaligus menghadirkan kepemimpinan definitif yang sah dan demokratis di tubuh TI DIY.
“Seluruh tahapan yang telah dijalankan caretaker dan panitia kami pandang sebagai bagian dari proses organisatoris demi menjaga keberlangsungan roda organisasi,” ujar Asep dalam keterangan yang diterima, Sabtu (9/5/2026).
Asep menilai berbagai dinamika dan opini yang berkembang merupakan hal wajar dalam organisasi. Namun, legitimasi organisasi tetap berada pada forum resmi dan pemilik hak suara yang sah sesuai mekanisme Taekwondo Indonesia.
Ia juga menegaskan, sepanjang proses pelaksanaan Musda berjalan, tidak ditemukan pelanggaran terhadap AD/ART organisasi. Karena itu, TI Sleman berharap seluruh insan taekwondo DIY mengedepankan persatuan dan menjaga kondusivitas organisasi demi kepentingan pembinaan atlet.
Hal senada disampaikan Ketua Pengkot TI Kota Yogyakarta, Supardam. Ia menyebut Musda menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus melakukan evaluasi dan pembenahan secara terbuka serta demokratis.
“Semangat utama dari pelaksanaan Musda ini adalah mempercepat konsolidasi organisasi agar tidak terjadi kevakuman yang berkepanjangan,” kata Supardam.
Menurutnya, seluruh tahapan yang dilakukan panitia telah diinformasikan kepada Pengkab dan Pengkot pemilik hak suara serta mendapat respons dan partisipasi dari anggota organisasi.
Sementara itu, dukungan terhadap pelaksanaan Musda sekaligus dorongan agar Rudy Koeshardijanto selaku incumbent kembali memimpin Pengda TI DIY datang dari Ketua Pengkab TI Gunungkidul, Andang Patriasmono.
Andang menyebut Musda TI DIY 2026 sangat penting untuk menentukan arah organisasi periode 2026-2030 demi menjaga prestasi taekwondo DIY di level nasional maupun internasional.
“Siapapun yang terpilih nantinya harus kita dukung bersama demi kemajuan Taekwondo DIY,” ujarnya.
Meski demikian, Andang mengungkapkan mayoritas pemilik hak suara telah melakukan silaturahmi dan memberikan dukungan kepada Rudy Koeshardijanto untuk kembali memimpin Pengda TI DIY periode 2026-2030.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Pengkab dan Pengkot TI DIY di Kulon Progo pada 3 Mei 2026 lalu.
Menurut Andang, dukungan kepada Rudy diberikan karena selama kepemimpinannya banyak prestasi berhasil diraih atlet-atlet taekwondo DIY di tingkat nasional maupun internasional.
“Sampai saat ini tahapan penyelenggaraan Musda sudah dilaksanakan dengan baik. Kami juga berterima kasih kepada PBTI, caretaker, serta seluruh panitia yang telah bekerja maksimal,” katanya.
Ia berharap Musda TI DIY 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa taekwondo DIY semakin berprestasi dengan semangat “Bersatu Berprestasi”.