Kronologis Massa Bakar Bangunan Milik Terduga Bandar Narkoba di Rantau Kopar Rohil
Firmauli Sihaloho May 09, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak kepolisian membeberkan kronologis pengungkapan kasus narkotika di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), yang berujung aksi pembakaran lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran sabu, Jumat (8/5/2026).

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan maraknya transaksi narkotika di kawasan Jalan Rambutan, Rantau Kopar.

Menindaklanjuti informasi itu, tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau melakukan penyelidikan dan bergerak melakukan penggerebekan di sebuah gudang yang diduga digunakan sebagai lokasi aktivitas narkoba.

“Dari hasil pendalaman, tim kemudian bergerak melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di sebuah gudang yang dilengkapi CCTV di sejumlah sudut lokasi,” ujar Putu, Sabtu (9/5/2026).

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial RP. 

Petugas juga melakukan penggeledahan yang disaksikan langsung oleh ketua RT setempat.

Dari lokasi, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa plastik besar bekas, alat hisap sabu atau bong, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Kombes Putu menegaskan, pengungkapan itu merupakan bagian dari komitmen Polda Riau dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

Baca juga: Rohil Kembali Memanas, Usai di Panipahan Rumah Terduga Bandar Narkoba di Rantau Kopar Dibakar Massa

Baca juga: KRONOLOGI Polisi di Lampung Ditembak Begal: Peluru Mengenai Kepala Brigadir Arya

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kami ingin memastikan bahwa ruang-ruang peredaran narkoba di Riau tidak diberi celah sedikit pun,” tegasnya.

Ia menjelaskan, saat proses penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, warga sekitar justru memberikan dukungan terhadap langkah kepolisian. 

Menurutnya, masyarakat sudah lama merasa resah dengan dugaan aktivitas di lokasi tersebut.

“Ketika penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat mendukung penuh langkah petugas. Mereka senang lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkotika itu ditindak,” jelasnya.

Namun situasi berubah setelah petugas meninggalkan lokasi.

Massa yang masih bertahan di sekitar tempat penggerebekan diduga terprovokasi hingga akhirnya melakukan aksi pembakaran terhadap sebagian bangunan tersebut.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.