Kompetisi Sudah Lama Selesai, Stephanie Meyerson Bicara Kesannya Kala Bertemu Sosok Chef Juna: Aura
Achmad Maudhody May 09, 2026 02:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kompetisi sudah lama selesai, Stephanie Meyerson bicara kesannya tiap bertemu sosok Chef Juna.

Ajang kompetisi memasak paling populer di Indonesia, MasterChef Indonesia sudah rampung.

Babak Grand Final digelar pada Minggu 15 Maret 2026, dimana Stephanie Meyerson, peserta asal Pontianak, Kalimantan Barat menjadi juaranya.

Meski sudah tak lagi bersaing, namun atmosfer persaingan ketat dan profesionalisme yang kuat masih begitu melekat di benak Stephanie.

Bahkan, kebiasaan berada di lingkungan demikian membuat perubahan tersendiri pada Stephanie.

Stephanie mengaku kini terbiasa perfeksionis khususnya soal cara mengorganisasi dapur. Bahkan, Ia menduga dirinya kini mengalami OCD (Obsessive Compulsive Disorder).

"Jadi pengalaman masak di MasterChef ya ada sedikitlah yang terbawa sampai di luar sini. Contoh salah satunya mungkin lebih ke kayak organize," kata Stephanie di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, dikutip dari Grid.id, Sabtu (9/5/2026).

Bagi Stephanie, melihat barang yang tidak pada tempatnya kini menjadi "pemandangan buruk" yang sulit ia toleransi. Ia merasa ada perubahan yang besar setelah berbulan-bulan ditempa dengan aturan waktu yang ketat dan standar kebersihan yang tinggi di Galeri MasterChef.

"Jadi kalau misalkan sekarang melihat sesuatu di rumah atau lagi masak melihatnya berantakan itu sekarang kayak agak greget, jadi ada mungkin OCD-nya jadi terbawa di situ, mungkin iya," akunya.

Baca juga: Ramai-ramai Fans Bela Lyodra, Ucapan Titi DJ di Layar Kaca Picu Kontroversi: Ada yang Lebih Bagus

Tak cuma soal kebiasaan di dapur, Stephanie juga mengaku, wibawa para juri selama Ia jadi peserta ajang MasterChef masih sangat membekas di benaknya. Bahkan saat bertemu kembali dengan Chef Juna dalam sebuah acara usai kompetisi, ia mengaku masih merasa canggung.

"Ya, jadi begini ya guys walaupun sudah selesai kompetisi, aura Chef Juna itu, jadi tetep aja ada berasa segannya karena memang wibawa seorang Chef Juna itu mungkin setiap orang yang bertemu dengan dia pasti akan merasakannya," tuturnya.

Tak Buru-buru Buka Restoran

Tak sedikit alumni ajang pencarian bakat memasak, MasterChef Indonesia (MCI) tancap gas membuka bisnis kuliner setelah kompetisi usai. Namun, langkah berbeda justru diambil oleh Juara MasterChef Indonesia Season 13, Stephanie Meyerson.

Meskipun namanya tengah melambung tinggi, juara 1 MCI season 13 itu mengaku tidak mau terburu-buru terjun ke dunia bisnis restoran. Ia blak-blakan soal strategi kariernya ke depan.

Stephanie mengungkapkan bahwa saat ini prioritas utamanya bukanlah mencari keuntungan dari kedai makanan, melainkan memperkuat nilai jual dirinya sebagai seorang figur publik kuliner.

"Kebetulan untuk aku pribadi aku belum ada rencana untuk membuka bisnis kuliner, anytime soon mungkin ke depannya bakal ada tapi, not anytime soon. Karena aku mau fokus di personal branding dulu," kata Stephanie di kawasan Kebaguan, Jakarta Selatan, dikutip dari Grid.id, Kamis (30/4/2026).

Bagi wanita asal Pontianak itu, momen setelah memenangkan kompetisi adalah waktu yang berharga. Ia merasa saat inilah kesempatan emas untuk membangun fondasi nama besarnya agar lebih dikenal luas oleh masyarakat dan industri.

"Karena kebetulan ini kan baru selesai banget, jadi lagi hot-hot-nya, menurut aku ini peluang kesempatan yang bagus untuk bangun personal branding daripada aku fokus di bisnis dulu," jelasnya.

Langkah berani ini diambil Stephanie bukan tanpa alasan. Pengalamannya selama di galeri MasterChef telah membuka banyak pintu kesempatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, termasuk kehormatan diundang ke acara-acara besar sekelas Chef Expo.

"Aku bersyukur banget karena dengan kemenangan dan dengan experience dari di MasterChef membuka banyak banget peluang-peluang baru seperti contohnya aku bisa hadir di Chef Expo ini," ungkapnya.

Kendati kini tawaran pekerjaan mulai membanjiri, Stephanie tidak lantas menerima semuanya. Sebagai bagian dari upayanya menjaga citra dan personal branding, ia mengaku sangat pemilih terkait brand atau proyek yang akan ia jalankan.

Baginya, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas demi menjaga visi dan misinya di dunia kuliner tetap konsisten.

"Puji Tuhan ada aja, tapi tetap aja kita memilih dan menyeleksi dengan baik brand-brand mana yang memang align dengan visi dan misi saya," pungkasnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.