Joki UTBK Terbanyak Jurusan Kedokteran, Bergengsi dan Menjanjikan
Vivi Febrianti May 09, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2026 diwarnai oleh temuan praktik joki yang terorganisir.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa mayoritas kecurangan tersebut mengincar jurusan kedokteran.

Menurut Eduart, tingginya minat sindikat joki terhadap program studi kedokteran disebabkan oleh statusnya yang masih dianggap sebagai jurusan paling favorit dan menjanjikan masa depan yang mapan.

“Karena memang saat ini jurusan kedokteran dianggap masih sebuah jurusan yang bergengsi, menjanjikan masa depan yang lebih baik. Makanya lebih dari 90 persen kasus kecurangan joki memilihnya kedokteran,” kata Eduart saat ditemui di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (9/5/2026).

Sanksi Tegas: "Blacklist" dan "Drop Out"

Sebagai Ketua UTBK Pusat, Eduart menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi ketat untuk mendeteksi berbagai modus kecurangan sebelum ujian dimulai.

Untuk memberikan efek jera, sanksi berat telah disiapkan bagi mereka yang terlibat, baik peserta maupun oknum mahasiswa.

“Supaya tidak terulang, maka sanksi tegas atau efek jera ini harus diberikan. Misalnya peserta kita blacklist, kemudian pelaku joki yang masih jadi mahasiswa aktif bisa dikeluarkan dari kampus,” tegas Eduart.

Langkah ini diambil guna menjaga integritas seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang selama ini menjadi barometer keadilan pendidikan di Indonesia.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) turut memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini.

Eduart juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Unesa dan Polrestabes Surabaya yang berhasil membongkar jaringan sindikat joki yang rapi dan terorganisir.

“Kami memberikan apresiasi buat teman-teman di UNESA karena sebagai salah satu pusat UTBK yang menyelenggarakan, kemarin itu cukup konsisten untuk mengawal kecurangan yang ditemukan sehingga saat ini ditemukan adanya kejahatan joki yang terorganisir,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk menelusuri aliran dana dan jaringan luas sindikat ini yang diduga melibatkan banyak pihak di berbagai kota besar di Jawa Timur.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.