Menikmati Kuliner Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi yang Jadi Favorit Wisatawan Sejak 1977
Haorrahman May 09, 2026 03:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Pantai Blimbingsari di Banyuwangi tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata pesisir, tetapi juga sebagai sentra kuliner hasil laut yang ramai diburu wisatawan. Salah satu yang paling diminati adalah ikan asap khas Blimbingsari dengan cita rasa tradisional yang sudah bertahan puluhan tahun.

Di kawasan tersebut, nama Mastia (66) dikenal sebagai salah satu penjual ikan asap legendaris. Ia mulai berjualan sejak 1977 dan hingga kini tetap mempertahankan resep khas keluarga untuk berbagai jenis ikan, seperti ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu.

Menurut Mastia, rahasia utama kelezatan ikan asap dan ikan bakar Blimbingsari terletak pada proses pengolahan dan racikan bumbu tradisional. Ikan segar hasil tangkapan nelayan terlebih dahulu dibakar, kemudian dilumuri bumbu khas sebelum kembali dibakar agar rempah meresap sempurna.

“Bumbu ini resep turun-temurun asli Blimbingsari. Bahannya asem, bawang merah, bawang putih, laos, kemiri, kencur, gula merah, gula putih, cabai besar dan kecil,” kata Mastia.

Baca juga: Aparat Gabungan Geledah Lapas Banyuwangi, Sita Barang yang Berpotensi Ganggu Keamanan

Cita rasa autentik tersebut membuat pelanggan terus berdatangan, termasuk wisatawan dari luar daerah. Banyak pengunjung awalnya datang ke Pantai Blimbingsari untuk berwisata, lalu membeli ikan asap dan akhirnya menjadi pelanggan tetap.

Permintaan ikan asap juga datang dari berbagai kota seperti Blitar, Yogyakarta, hingga Sumatera. Pemesanan dilakukan melalui telepon maupun WhatsApp, kemudian dikirim menggunakan kereta api atau bus antarkota.

“Kalau kirim luar kota bisa 50 sampai 150 tusuk sekali pesan. Ada yang lewat kereta, ada yang dititipkan bus. Alhamdulillah aman sampai tiga hari,” ujarnya.

Selain rasanya yang khas, harga ikan bakar Blimbingsari dinilai cukup terjangkau. Ikan bakar dijual mulai Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu tergantung ukuran, sedangkan pepes ikan dijual sekitar Rp 5 ribu per bungkus.

Baca juga: Resmikan Rumah Pompa, Bupati Ipuk: Dongkrak Produktivitas Pertanian Banyuwangi

Pedagang lainnya, Ulin (45), mengatakan terdapat sekitar 15 UMKM ikan bakar di Dusun Krajan, Desa Blimbingsari. Menurutnya, keberadaan wisata Pantai Blimbingsari ikut membantu meningkatkan penjualan para pelaku usaha kuliner.

“Wisatawan banyak yang pulang dari pantai mampir beli ikan bakar. Kalau sudah pernah ke sini biasanya balik lagi karena bumbunya khas,” kata Ulin.

Ia menjelaskan, ciri khas ikan bakar Blimbingsari terletak pada penggunaan bumbu alami tanpa tambahan saus modern.

“Alhamdulillah sektor pariwisata ikut membantu UMKM. Kalau akhir pekan omzet bisa naik sampai Rp500 ribu bahkan lebih. Terakhir ada pesanan dari Surabaya itu bisa sampai 80 tusuk,” ujarnya.

Baca juga: Raih Penghargaan UB, BPJPH: Banyuwangi Daerah Percontohan Ekosistem Halal

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga sempat menikmati ikan bakar khas Blimbingsari saat menghadiri program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Kecamatan Blimbingsari, Kamis (7/5/2026).

Menurut Ipuk, kuliner khas pesisir seperti ikan asap dan ikan bakar Blimbingsari menjadi salah satu kekuatan wisata Banyuwangi karena menawarkan pengalaman autentik yang sulit ditemukan di daerah lain.

“Kuliner khas seperti ini menjadi kekuatan wisata Banyuwangi. Orang datang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman kuliner autentik yang tidak ditemukan di daerah lain,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, potensi wisata kuliner pesisir perlu terus dipromosikan karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.

“Ini salah satu daya tarik wisata Banyuwangi. Rasanya khas karena bumbunya tradisional dan ikannya segar langsung dari nelayan. Kita ingin wisatawan yang datang ke Banyuwangi membawa pengalaman kuliner yang berkesan,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.