TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Seorang pria difabel diduga jatuh dan tenggelam di Sungai Mungkung, Sragen, Jumat (8/5/2026) malam.
Sebanyak 100 relawan diterjunkan dalam pencarian lanjutan, Sabtu (9/5/2026).
Tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga ratusan meter dari titik awal korban dilaporkan hilang demi mempercepat proses pencarian.
Baca juga: Sahila Bocah 10 Tahun Ditemukan Tewas di Telaga Setelah Hilang 10 Hari, Bupati Cek Proses Autopsi
Memasuki hari kedua, tim SAR memperluas radius pencarian hingga 300 meter dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Operasi dimulai sejak pagi dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, PSC 119, TNI, Polri, Tagana, MDMC, SAR Himalawu, SAR PSHT hingga relawan lokal dan warga sekitar.
Petugas juga telah menyiapkan ambulans dari PMI maupun PSC 119 untuk proses evakuasi apabila korban berhasil ditemukan.
Warga diimbau tidak mendekati area pencarian agar proses penyisiran berjalan lancar.
“Pencarian dimulai kemarin hingga dilanjutkan hari ini dengan mengerahkan relawan sebanyak 100 orang,” kata Kalak BPBD Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro.
Korban punya riwayat epilepsi dan disabilitas mental
Korban diketahui bernama Prahito Rochmad Alfian (31), warga Dukuh Grompolan, Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen.
Ia dilaporkan tenggelam setelah diduga terjatuh ke aliran Sungai Mungkung di Kampung Klumutan, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, Jumat (8/5/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter serta riwayat epilepsi dan disabilitas mental.
Ketua PSC 119 Sukowati Sragen, dr. Udayanti Proborini, mengatakan laporan pertama diterima dari Polsek Sragen Kota sekitar pukul 21.20 WIB. Setelah itu, tim responder langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen awal.
“Setelah tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib serta saksi-saksi, Operasi SAR Gabungan Laka Air resmi dibuka semalam,” ujar dr. Udayanti.
Tim gabungan kemudian melakukan pencarian melalui jalur darat dan air menggunakan dua unit perahu karet atau LCR.
Penyisiran dilakukan di radius 100 hingga 150 meter dari lokasi awal korban diduga terjatuh.
Namun proses pencarian pada malam pertama mengalami kendala.
Arus sungai yang deras serta banyaknya rumpun bambu dan kayu di badan sungai membuat pencarian harus dihentikan sementara saat kondisi gelap.
“Evaluasi pencarian hari pertama menunjukkan adanya beberapa palung sungai atau kedungan serta hambatan alami seperti rumpun bambu yang belum terdeteksi sepenuhnya. Karena kondisi medan dan pencahayaan, operasi sempat dihentikan sementara pada tengah malam dan dilanjutkan pagi ini,” tambahnya. (*)
Baca juga: Sepasang Kekasih Tertangkap Curi Motor di Gemolong Sragen, Berpelukan di Tengah Kerumunan Warga