TRIBUNTRENDS.COM - Perubahan besar mulai terjadi di sejumlah SPBU Pertamina di wilayah Jakarta, Depok, hingga Bogor.
Tanpa banyak sorotan di awal, beberapa SPBU yang selama ini menjadi tempat andalan masyarakat membeli BBM subsidi jenis Pertalite kini perlahan menghentikan penjualannya.
Sebagai gantinya, SPBU-SPBU tersebut bertransformasi menjadi SPBU Signature, yakni konsep layanan premium milik Pertamina yang lebih menonjolkan fasilitas modern dan kenyamanan konsumen.
Namun, di balik peningkatan layanan itu, satu hal yang langsung menjadi perhatian publik adalah hilangnya penjualan Pertalite di lokasi-lokasi tersebut.
Kondisi ini memicu tanda tanya di tengah masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan harian yang selama ini bergantung pada BBM subsidi untuk menekan biaya operasional.
Baca juga: Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 April 2026, Benarkah Tak Ada Kenaikan? Cek Rinciannya!
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, membenarkan bahwa proses perubahan status SPBU memang sedang dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.
“Ini prosesnya (jadi SPBU Signature) secara bertahap ya,” ujar Roberth kepada Kompas.com, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan SPBU Pertamina ke depan. Bahkan, proses peralihan disebut masih akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2026.
“Ya rencana demikian (target akhir tahun). Seiring perjalanan akan perlu proses dan perubahan, atau malah bisa jadi cepat peralihannya,” tambah dia.
Saat ini, tercatat sudah ada 13 SPBU Signature termasuk yang masih dalam tahap peralihan yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Seluruh SPBU tersebut tidak lagi menjual BBM subsidi seperti Pertalite.
Fenomena ini menjadi sorotan karena beberapa SPBU berada di titik strategis dan padat kendaraan, termasuk kawasan Antasari, Fatmawati, Slipi, hingga Pasar Minggu.
Berikut daftar SPBU yang kini berstatus Signature atau sedang dalam proses peralihan:
Kabupaten Bogor
Kota Depok
Jakarta Barat
Baca juga: Pertalite Mulai Hilang di Sejumlah SPBU Jakarta, ESDM Ungkap Alasan Kini Hanya Jual BBM Mahal
Jakarta Pusat
Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Perubahan status SPBU ini mulai ramai diperbincangkan publik setelah beredar foto papan pengumuman di media sosial yang menyatakan sebuah SPBU di kawasan Antasari sudah tidak lagi melayani penjualan Pertalite mulai 1 Mei 2026.
Foto tersebut langsung memancing berbagai reaksi. Banyak warga mengaku terkejut karena selama ini SPBU tersebut menjadi lokasi favorit untuk membeli BBM subsidi.
Menanggapi viralnya kabar tersebut, Roberth menjelaskan bahwa SPBU di kawasan Antasari memang telah beralih status menjadi SPBU Signature.
“SPBU tersebut beralih minta peningkatan status untuk menjadi SPBU Signature,” ujar Roberth.
Ia menegaskan bahwa konsep SPBU Signature memang berbeda dengan SPBU reguler karena fokus pada layanan premium, bukan penyaluran BBM subsidi.
“SPBU Signature memang tidak menjual BBM subsidi. SPBU Signature mengedepankan layanan dan fasilitas yang di atas SPBU biasa yang masih menjual BBM subsidi,” kata dia.
Baca juga: Antrean BBM Membludak di SPBU Sinjai, Warga Soroti Pembelian Pakai Jerigen dan Botol
Meski sejumlah SPBU berhenti menjual Pertalite, pemerintah memastikan distribusi BBM subsidi tidak dihentikan secara nasional.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa Pertalite tetap tersedia di SPBU reguler yang mendapat penugasan resmi dari BPH Migas.
“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Anggia.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena penyaluran Pertalite tetap berjalan seperti biasa melalui SPBU reguler.
“Pertalite dan biosolar tetap dijual di SPBU reguler yang mendapat penugasan penyaluran BBM subsidi,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa penugasan distribusi BBM subsidi dilakukan secara berkala agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Penugasan dilakukan secara triwulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, serta kebutuhan konsumen pengguna di kabupaten/kota,” ujar Anggia.
Sebagai bagian dari transformasi layanan, SPBU Signature menawarkan sejumlah fasilitas tambahan yang tidak tersedia di SPBU biasa.
Mengacu pada laman resmi Pertamina Patra Niaga, SPBU jenis ini menghadirkan layanan lebih modern, mulai dari area toilet yang lebih bersih, mushala yang nyaman, area wudhu representatif, hingga layanan tambahan seperti semir ban gratis untuk pembelian BBM tertentu.
Konsep ini memang diarahkan untuk menciptakan pengalaman pengisian BBM yang lebih nyaman bagi konsumen kelas premium.
Namun di sisi lain, hilangnya Pertalite di sejumlah titik strategis juga mulai memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat, terutama terkait akses BBM subsidi bagi pengguna kendaraan harian di kawasan perkotaan.
***
(TribunTrends/Kompas)