TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kota Makassar kembali bersiap menyambut ribuan pelari dan wisatawan pada akhir Mei 2026 melalui ajang Makassar Half Marathon 2026.
Event lari terbesar di Sulawesi dan kawasan Indonesia Tengah ini diperkirakan menghadirkan hingga 20 ribu pendatang, termasuk peserta dan keluarga yang turut meramaikan kegiatan.
Pendaftaran MHM 2026 kini memasuki tahap akhir.
Dari total 12.000 kuota yang disediakan, sekitar 11.000 slot telah terisi.
Antusiasme tinggi peserta menunjukkan MHM semakin menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Indonesia Timur.
Tahun ini, peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara.
Pelari dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang hingga sejumlah negara Afrika dipastikan ambil bagian dalam event tersebut.
Pada penyelenggaraan tahun kelima ini, MHM menghadirkan inovasi baru melalui “Triple Medals Challenge”. Berbeda dari sebelumnya, peserta ditantang mengikuti dua kategori lomba sekaligus, yakni 10K dan Half Marathon (HM), untuk mendapatkan tiga medali sekaligus, yakni medali finisher 10K, medali finisher HM, dan medali spesial Triple Medals sebagai simbol endurance peserta.
Tercatat sekitar 700 pelari telah mendaftar pada kategori tersebut, terdiri dari peserta nasional dan internasional.
Berbeda dari tahun sebelumnya, MHM 2026 meniadakan kategori 5K dan fokus pada peningkatan kualitas lomba HM dan 10K.
Meski demikian, panitia tetap menghadirkan Shake Out Run sejauh 5 kilometer pada Jumat pagi untuk memeriahkan rangkaian kegiatan.
Selain itu, akan digelar Kid Dash bagi anak usia 3–12 tahun di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI). Hingga saat ini, ratusan peserta anak telah terdaftar.
Kemeriahan acara sudah dimulai sejak Kamis, 28 Mei 2026, bersamaan dengan pengambilan race pack, expo, dan hiburan di area utama kegiatan.
Selama lima tahun penyelenggaraan, Makassar Half Marathon 2026 berkembang bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi daerah.
Lebih dari 50 persen peserta berasal dari luar kota, sehingga event ini diperkirakan mendatangkan sekitar 18–20 ribu pengunjung ke Makassar.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Syamsul Bahri, mengatakan para peserta umumnya tinggal minimal tiga malam di Makassar.
Kondisi tersebut memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM lokal.
“Makassar Half Marathon menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Inisiator MHM, Arief Rachman Nur, memperkirakan perputaran ekonomi selama event berlangsung mencapai Rp30 hingga Rp40 miliar.
Selain dampak ekonomi langsung, MHM juga membuka lapangan kerja sementara, mendorong transformasi digital melalui sistem registrasi terintegrasi, serta memperkuat branding Makassar sebagai destinasi sport tourism di Indonesia Timur.
Mengusung tema “Run for All”, MHM terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun.
Jumlah peserta yang pada 2022 hanya sekitar 4.000 orang kini meningkat menjadi tiga kali lipat.
Seluruh rute lomba juga telah dikalibrasi dan mengantongi sertifikasi resmi PB PASI.
Race Director MHM, Safrita Aryana, mengatakan sertifikasi tersebut menjadi bentuk komitmen panitia dalam menjaga kualitas event sekaligus mendukung citra Kota Makassar di level nasional maupun internasional.
“Melalui MHM, kami ingin terus mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota tujuan sport tourism,” ujarnya.(*)