Turis Protes Makan Seafood Habis Rp 3,8 Juta, Kasusnya Berujung Duka!
GH News May 09, 2026 05:09 PM
Jakarta -

Makan seafood Rp 3,8 juta, turis di China ini merasa jadi korban getok harga. Kasus ini berujung kontroversi hingga kabar duka meninggalnya pemilik restoran.

Praktik getok harga di restoran dan tempat wisata kerap membuat banyak turis merasa dirugikan. Seperti pengalaman yang baru-baru ini dibagikan seorang turis di Sanya, Hainan, China.

Turis ini mengeluhkan harga makanan laut yang dianggap terlalu mahal saat makan di sebuah restoran lokal.

Peristiwa ini kemudian viral di media sosial hingga berujung pada kontroversi besar yang menyeret nama restoran tersebut.

SeafoodIlustrasi seafood. Foto: iStock

Kejadian bermula ketika turis tersebut membagikan pengalamannya di platform Xiaohongshu. Ia mengaku dikenakan biaya sekitar Rp 3,8 juta untuk dua porsi seafood.

Namun, yang paling menjadi sorotan adalah harga empat ekor udang mantis Thailand yang disebut mencapai sekitar Rp 2,2 juta, lapor Oriental Daily (9/5).

Turis itu menduga dirinya menjadi korban 'jebakan' oleh sopir taksi yang membawanya ke restoran tertentu dengan harga yang tidak wajar.

Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke layanan pengaduan pemerintah, sehingga kasus ini ramai dibahas warganet di China.

"Empat ekor udang saja sampai lebih dari dua juta rupiah, ini jelas tidak masuk akal," tulis salah satu komentar netizen yang ikut menyoroti kasus tersebut di media sosial.

SeafoodIlustrasi udang mantis. Foto: iStock

Menanggapi tuduhan itu, pihak restoran memberikan klarifikasi dengan menunjukkan rekaman CCTV serta bukti pembelian bahan baku. Mereka menegaskan harga yang ditetapkan sudah sesuai aturan selisih harga yang berlaku di wilayah tersebut.

Namun, meski sudah memberikan penjelasan, tekanan publik terhadap restoran tersebut terus meningkat. Tidak lama setelah kasus viral, kabar duka datang dari restoran tersebut. Pemilik restoran yang berusia 43 tahun, dilaporkan meninggal dunia akibat pendarahan otak pada 5 Mei.

Pihak berwenang setempat kemudian melakukan penyelidikan. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan pelanggaran dalam penetapan harga oleh restoran tersebut.

Meski begitu, dampak dari pemberitaan viral membuat pihak keluarga dan pengelola restoran disebut kehilangan semangat untuk melanjutkan usaha.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.