Jakarta (ANTARA) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi beton cepat kering yang digunakan di sejumlah proyek infrastruktur, termasuk perbaikan jalur Transjakarta, untuk menjawab tantangan perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan akibat waktu pengerjaan yang panjang.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan inovasi tersebut merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat peran sebagai penyedia solusi konstruksi terintegrasi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.

"Produk ini tidak hanya menawarkan kecepatan pengerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang mampu meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional," kata Vita dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Beton cepat kering SpeedCrete , kata dia, telah diaplikasikan pada berbagai proyek strategis di Indonesia, antara lain perbaikan jalur bus Transjakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, dan Terminal Petikemas Koja.

Selanjutnya, jumlah ruas jalan tol, seperti Tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Permata Panggang-Kayu Agung, Tol Jakarta-Merak, Tol Jabodetabek, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Surabaya-Mojokerto, dan Tol Surabaya-Gempol.

Produk tersebut menggunakan teknologi rapid setting yang memungkinkan beton mencapai kekuatan awal dan siap digunakan dalam beberapa jam setelah pengaplikasian, sehingga pekerjaan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.

Fleksibilitas waktu setting yang tersedia, mulai dari tiga hingga 12 jam, memungkinkan solusi ini disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan tingkat kepadatan lalu lintas di berbagai wilayah.

Dengan keunggulan itu, produk tersebut diklaim memberikan efisiensi waktu yang signifikan sekaligus meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan.

Selain menghadirkan produk, SIG juga menawarkan layanan terintegrasi dalam implementasi SpeedCrete yang mencakup manajemen lalu lintas, pembongkaran perkerasan lama, pengecoran, serta pembukaan kembali jalan dalam waktu singkat.

Proses pengerjaan yang umumnya dilakukan pada malam hari, kini memungkinkan jalan kembali digunakan pada pagi hari, sehingga dampak terhadap pengguna jalan dapat diminimalisir.

Pendekatan itu pun diharapkan memperkuat posisi SIG sebagai mitra strategis dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.