Jet Pribadi Ramai Mendarat di Bandara IKN, Jadi Sinyal Investor Mulai Berdatangan
Heriani AM May 09, 2026 05:11 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. 

Sejumlah pesawat jet pribadi milik investor dan pejabat negara tercatat semakin sering mendarat di bandara yang menjadi salah satu infrastruktur strategis penunjang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Meningkatnya intensitas penerbangan tersebut dinilai menjadi sinyal positif terhadap percepatan pembangunan IKN.

Kehadiran para pelaku bisnis dan investor dari dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa aksesibilitas menuju pusat pemerintahan baru Indonesia mulai terbentuk dan mendapat perhatian global.

Baca juga: 2 Manfaat Utama Pembangunan Polresta IKN di Sepaku, Pilar Keamanan Ibu Kota Negara

Transformasi infrastruktur udara yang awalnya dirancang sebagai bandara VVIP menjadi bandara internasional merupakan langkah strategis untuk menjawab tuntutan investasi global.

Kendati status perubahan menjadi bandara umum belum secara resmi ditandatangani Presiden Prabowo Subianto, intensitas pendaratan jet pribadi belakangan ini menjadi sinyalemen positif bagi para investor mengenai kesiapan operasional gerbang udara utama IKN tersebut.

Bandara dengan Peran Strategis

Pembangunan bandara ini berlandaskan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Bandar Udara VVIP di Ibu Kota Nusantara.

Regulasi ini menjadi payung hukum utama yang mengintegrasikan koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum (sebelumnya PUPR), hingga Otorita IKN.

Statusnya yang kini bergeser menjadi bandara internasional bertujuan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi (economic sustainability), di mana bandara tidak hanya melayani tamu negara, tetapi juga mobilitas bisnis dan logistik internasional yang menjadi tulang punggung pertumbuhan kawasan.

Secara teknis, Bandara Internasional Nusantara yang menempati area HPL Badan Bank Tanah seluas 621 hektar dibangun dengan spesifikasi kelas dunia untuk mengakomodasi trafik pesawat berbadan lebar.

Di sisi udara (airside), bandara ini memiliki panjang landasan pacu 3.000 meter. Dimensi ini lebih panjang ketimbang Bandara Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) ataupun Bandara Aji Pangeran Temenggung Pranoto.

Sementara lebar landasan pacu dirancang 45 meter dengan kapasitas apron mampu menampung berbagai jenis pesawat, mulai dari jet korporat hingga pesawat komersial berbadan lebar (wide body) secara simultan macam seri Boeing 777 dan Airbus A380.

Sedangkan sistem taxiway dibuat presisi untuk menjamin efisiensi pergerakan pesawat dari landasan ke terminal.

Adapun sisi darat (landside) dan terminal didesain dengan memadukan kecanggihan teknologi dan kenyamanan premium.

Fasilitas eksklusif untuk tamu negara dan diplomatik dengan sistem keamanan tingkat tinggi juga tersedia.

Baca juga: Polresta IKN Mulai Dibangun, 80 Personel Disiapkan Bertugas di Kawasan Ibu Kota Baru

Lobby dan check in counter atau area publik yang luas dilengkapi dengan sistem pemrosesan penumpang digital untuk efisiensi waktu.

Terdapat ruang tunggu dan lounge untuk refleksi dan bisnis yang nyaman bagi para pemangku kepentingan.

Saat ini, pengembangan Bandara Internasional Nusantara memasuki tahapan lanjutan, yakni pelelangan untuk fasilitas esensial lainnya, termasuk gedung perkantoran, fasilitas karantina, dan keimigrasian guna melengkapi fungsi Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ).

Besarnya skala proyek ini tercermin dari alokasi anggaran yang signifikan untuk menjamin kualitas infrastruktur jangka panjang.

Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengungkapkan investasi sisi udara mencapai angka Rp 4,2 triliun, difokuskan pada konstruksi runway, taxiway, apron, dan sistem navigasi udara.

Sementara investasi sisi darat dialokasikan sebesar Rp 800 miliar untuk pembangunan gedung terminal, akses jalan, dan infrastruktur penunjang lainnya.

Adapun biaya untuk menjaga standar layanan dan keamanan internasional, biaya operasional bandara diproyeksikan sebesar Rp 9 miliar per tahun.

Baca juga: Tol Ibu Kota Nusantara Seksi 3A-2 Dikebut, Perjalanan dari Balikpapan ke IKN Tinggal 1 Jam

Magnet Investasi Baru

Imam menegaskan, keberhasilan pendaratan jet pribadi berulang kali merupakan hasil dari pengujian sistem yang presisi.

"Bandara Internasional Nusantara telah menunjukkan performa yang sangat stabil. Fakta bahwa sejumlah jet pribadi telah mendarat dengan mulus berkali-kali di sini membuktikan bahwa kesiapan operasional, mulai dari sisi udara hingga navigasi, sudah berada pada level yang diharapkan," terang Imam.

Imam melanjutkan, kehadiran jet pribadi ini mencerminkan kepercayaan diri pasar. Aksesibilitas udara yang mumpuni adalah syarat mutlak bagi sebuah ibu kota baru untuk dapat bersaing di level global.

Bandara ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pintu masuk bagi pejabat, tetapi bertransformasi menjadi hub logistik yang akan mempercepat distribusi barang dan jasa di Kalimantan Timur.

"Tantangan ke depan bagi kami adalah menjaga konsistensi layanan di tengah meningkatnya minat kunjungan ke IKN Tahap II," cetus Imam.

Dengan koordinasi yang kuat antara kementerian terkait dan Badan Bank Tanah selaku penyedia lahan, Bandara Internasional Nusantara diprediksi akan menjadi salah satu bandara paling strategis di Indonesia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.