Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kelanjutan pembangunan gedung baru Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Blitar di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, sampai sekarang masih belum jelas.
Anggaran untuk melanjutkan pembangunan gedung baru LP Blitar dari pemerintah pusat pada 2026 ini belum turun.
Baca juga: Imbas Tewasnya Santri, Tim KBPPA Pemkab Gresik Terjunkan Psikososial Bagi Santri di Ponpes Al-Amin
"Kami sudah mengusulkan anggaran pembangunan LP ke pusat, tapi belum turun. Pemerintah pusat memang ada penghematan anggaran," kata Kepala LP Kelas IIB Blitar, Iswandi, Sabtu (9/5/2026).
Iswandi mengatakan, saat ini, pembangunan gedung baru LP Blitar masih berupa tembok pagar keliling dan perkantoran.
Untuk pembangunan blok hunian warga binaan sampai sekarang masih belum terealisasi dampak kebijakan efisiensi anggaran.
"Kami menunggu pemerintah pusat. Kalau anggarannya turun, pembangunan segera dilanjutkan," ujarnya.
Seperti diketahui, pembangunan gedung baru LP Blitar dimulai pada 2023.
Pada 2023 atau pembangunan tahap satu dilakukan pematangan lahan dengan alokasi anggaran sekitar Rp15 miliar.
Lalu, pada 2024 dilaksanakan pembangunan tahap dua meliputi tembok keliling dan gedung teknis dengan alokasi anggaran sekitar Rp23 miliar.
Pembangunan gedung baru LP Kelas IIB Blitar berada di lahan seluas sekitar 41.817 meter persegi, yang merupakan hibah dari Pemkot Blitar.
Dikatakannya, kebijakan efisiensi anggaran memang berdampak terhadap beberapa kegiatan di LP Blitar.
Anggaran pembinaan dan keamanan di LP Blitar juga ikut dipangkas karena ada efisiensi anggaran.
"Ini saja, uang pembinaan dan keamanan di LP Blitar ikut dipangkas semua karena penghematan anggaran," ungkap Iswandi.
"Sekarang, di dalam LP, hanya ada uang perawatan dan makan saja," ujarnya.
Menurutnya, meski anggaran dipangkas, kegiatan pelatihan untuk warga binaan harus tetap jalan.
"Pelatihan harus tetap jalan meski tidak ada anggaran."
"Kalau tidak bisa mendatangkan instruktur dari luar, kami minta napi yang punya keterampilan untuk melatih warga binaan," katanya.