Upaya Kemendiktisaintek Selesaikan Masalah Sampah Nasional : Pengelolaan Berbasis Teknologi
Titis Jati Permata May 09, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dan riset guna membantu menyelesaikan persoalan sampah nasional yang semakin kompleks.

Dorongan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto saat meninjau program pengelolaan sampah terpadu dan deklarasi “Zero Waste” di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (9/5/2026).

Inovasi Pengelolaan Sampah

Menurut Prof Brian, persoalan sampah nasional membutuhkan solusi yang tidak hanya menyeluruh, tetapi juga berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca juga: Inovasi Siswa SMK di Lamongan: Ciptakan Tempat Sampah Otomatis Berbasis Arduino

Karena itu, kampus dinilai memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara nyata di masyarakat.

“Perguruan tinggi harus hadir memberikan solusi. Kampus tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga pusat pengembangan teknologi dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Sabtu (9/5/2026).

Unesa Jadi Contoh Konkret

Ia menilai langkah Unesa yang berhasil mengelola 100 persen sampah di lingkungan kampus menjadi contoh konkret bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi pilot project penanganan sampah terpadu.

“Ini satu prestasi yang membanggakan. Kampus membuat program bagaimana memberikan solusi, menjadi contoh, menjadi pilot pengelolaan atau penanganan sampah,” katanya.

Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Prof Brian menjelaskan, sistem pengelolaan sampah terintegrasi perlu dibangun mulai dari tingkat masyarakat, proses pemilahan sampah, teknologi pengolahan, hingga fasilitas pengelolaan skala besar.

“Kita perlu membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, dari tingkat masyarakat hingga fasilitas pengolahan skala regional,” tegasnya.

Menurutnya, arah kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan penanganan sampah nasional melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.

Keterlibatan Aktif Berbagai Pihak

Pemerintah mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga sektor industri agar solusi yang dihasilkan mampu menjawab persoalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Melalui kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat riset dan inovasi kampus dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah, model ekonomi sirkular, serta sistem pengelolaan sampah yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.