Pertalite Hilang di 13 Titik SPBU Jakarta-Bogor, Ini Daftar Pom Bensin yang Hanya Jual BBM Mahal
jonisetiawan May 09, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Perubahan besar mulai terjadi di sejumlah SPBU Pertamina di wilayah Jakarta, Depok, hingga Bogor.

Tanpa banyak sorotan di awal, beberapa SPBU yang selama ini menjadi tempat andalan masyarakat membeli BBM subsidi jenis Pertalite kini perlahan menghentikan penjualannya.

Sebagai gantinya, SPBU-SPBU tersebut bertransformasi menjadi SPBU Signature, yakni konsep layanan premium milik Pertamina yang lebih menonjolkan fasilitas modern dan kenyamanan konsumen.

Namun, di balik peningkatan layanan itu, satu hal yang langsung menjadi perhatian publik adalah hilangnya penjualan Pertalite di lokasi-lokasi tersebut.

Kondisi ini memicu tanda tanya di tengah masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan harian yang selama ini bergantung pada BBM subsidi untuk menekan biaya operasional.

Baca juga: Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 April 2026, Benarkah Tak Ada Kenaikan? Cek Rinciannya!

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, membenarkan bahwa proses perubahan status SPBU memang sedang dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.

“Ini prosesnya (jadi SPBU Signature) secara bertahap ya,” ujar Roberth kepada Kompas.com, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan SPBU Pertamina ke depan. Bahkan, proses peralihan disebut masih akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2026.

“Ya rencana demikian (target akhir tahun). Seiring perjalanan akan perlu proses dan perubahan, atau malah bisa jadi cepat peralihannya,” tambah dia.

ILUSTRASI:
ILUSTRASI: Sejumlah SPBU Pertamina di Jakarta, Depok, dan Bogor mulai bertransformasi menjadi SPBU Signature, sehingga tidak lagi menjual BBM subsidi jenis Pertalite dan lebih fokus pada layanan premium. (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

SPBU Signature Meningkat, Pertalite Perlahan Menghilang

Saat ini, tercatat sudah ada 13 SPBU Signature termasuk yang masih dalam tahap peralihan yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Seluruh SPBU tersebut tidak lagi menjual BBM subsidi seperti Pertalite.

Fenomena ini menjadi sorotan karena beberapa SPBU berada di titik strategis dan padat kendaraan, termasuk kawasan Antasari, Fatmawati, Slipi, hingga Pasar Minggu.

Berikut daftar SPBU yang kini berstatus Signature atau sedang dalam proses peralihan:

Kabupaten Bogor

  • SPBU 3516603 – Jalan Raya Letnan Sukarna, Ciampea, Bogor

Kota Depok

  • SPBU 3416421 – Pondok Rangon, Depok

Jakarta Barat

  • SPBU 3111401 – Jalan S. Parman Nomor 70, Slipi
  • SPBU 3311701 – Jalan Peternakan II Nomor 18, Cengkareng
  • SPBU 3411608 – Jalan Pos Pengomben, Srengseng Kembangan

Baca juga: Pertalite Mulai Hilang di Sejumlah SPBU Jakarta, ESDM Ungkap Alasan Kini Hanya Jual BBM Mahal

Jakarta Pusat

  • SPBU 3410205 – Jalan Cideng Timur Nomor 50, Gambir

Jakarta Selatan

  • SPBU 3112204 – Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran
  • SPBU 3112401 – Jalan Fatmawati Nomor 6, Cilandak
  • SPBU 3412113 – Jalan Pangeran Antasari Nomor 10
  • SPBU 3412703 – Jalan Raya Pasar Minggu

Jakarta Timur

  • SPBU 3413101 – Jalan Jenderal A Yani Nomor 9
  • SPBU 3413811 – Jalan Raya Bina Marga, Kelurahan Ceger

Jakarta Utara

  • SPBU 3414412 – Kawasan Perikanan Samudra Muara Baru

Viral di Media Sosial, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Perubahan status SPBU ini mulai ramai diperbincangkan publik setelah beredar foto papan pengumuman di media sosial yang menyatakan sebuah SPBU di kawasan Antasari sudah tidak lagi melayani penjualan Pertalite mulai 1 Mei 2026.

Foto tersebut langsung memancing berbagai reaksi. Banyak warga mengaku terkejut karena selama ini SPBU tersebut menjadi lokasi favorit untuk membeli BBM subsidi.

Menanggapi viralnya kabar tersebut, Roberth menjelaskan bahwa SPBU di kawasan Antasari memang telah beralih status menjadi SPBU Signature.

“SPBU tersebut beralih minta peningkatan status untuk menjadi SPBU Signature,” ujar Roberth.

Ia menegaskan bahwa konsep SPBU Signature memang berbeda dengan SPBU reguler karena fokus pada layanan premium, bukan penyaluran BBM subsidi.

“SPBU Signature memang tidak menjual BBM subsidi. SPBU Signature mengedepankan layanan dan fasilitas yang di atas SPBU biasa yang masih menjual BBM subsidi,” kata dia.

Baca juga: Antrean BBM Membludak di SPBU Sinjai, Warga Soroti Pembelian Pakai Jerigen dan Botol

ESDM Pastikan Pertalite Tidak Dihapus

Meski sejumlah SPBU berhenti menjual Pertalite, pemerintah memastikan distribusi BBM subsidi tidak dihentikan secara nasional.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa Pertalite tetap tersedia di SPBU reguler yang mendapat penugasan resmi dari BPH Migas.

“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Anggia.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena penyaluran Pertalite tetap berjalan seperti biasa melalui SPBU reguler.

“Pertalite dan biosolar tetap dijual di SPBU reguler yang mendapat penugasan penyaluran BBM subsidi,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa penugasan distribusi BBM subsidi dilakukan secara berkala agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Penugasan dilakukan secara triwulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, serta kebutuhan konsumen pengguna di kabupaten/kota,” ujar Anggia.

Fasilitas Premium Jadi Andalan SPBU Signature

Sebagai bagian dari transformasi layanan, SPBU Signature menawarkan sejumlah fasilitas tambahan yang tidak tersedia di SPBU biasa.

Mengacu pada laman resmi Pertamina Patra Niaga, SPBU jenis ini menghadirkan layanan lebih modern, mulai dari area toilet yang lebih bersih, mushala yang nyaman, area wudhu representatif, hingga layanan tambahan seperti semir ban gratis untuk pembelian BBM tertentu.

Konsep ini memang diarahkan untuk menciptakan pengalaman pengisian BBM yang lebih nyaman bagi konsumen kelas premium.

Namun di sisi lain, hilangnya Pertalite di sejumlah titik strategis juga mulai memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat, terutama terkait akses BBM subsidi bagi pengguna kendaraan harian di kawasan perkotaan.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.