Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Calon jemaah haji asal Kabupaten Blora, Sutrisno (54), sebelumnya dinyatakan sehat dan layak terbang sebelum berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan Kloter 46 Embarkasi Solo.
Namun, di tengah perjalanan udara, kondisi kesehatannya mendadak menurun hingga pesawat melakukan technical landing di Bandara Kualanamu (KNO), Medan.
"Awalnya, beliau layak terbang dan sehat," ujar Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Fitriyanto, saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (9/5/2026).
Fitriyanto menjelaskan, penurunan kondisi kesehatan terjadi saat Sutrisno berada di dalam pesawat menuju Arab Saudi.
"Di pesawat ada penurunan kesehatan, kemudian turun di KNO," imbuhnya.
Setelah diturunkan dari pesawat, Sutrisno langsung dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026).
"Dan ternyata dipanggil oleh Allah Subhanahu Wa Taala kemarin, hari Jumat jam 11:40 waktu Indonesia," ucapnya.
Baca juga: Jenazah Jemaah Calon Haji Asal Blora Tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo, Wafat Saat Transit di Medan
Jenazah Sutrisno tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Sabtu sore menggunakan pesawat komersial.
Setelah itu, peti jenazah dipindahkan ke terminal kargo bandara sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Pantauan TribunSolo.com, ambulans milik RSUD dr. R. Soetijono Blora telah bersiap menjemput jenazah untuk dipulangkan ke kampung halaman.
Bupati Blora, Arief Rohman, juga terlihat hadir mendampingi keluarga dalam proses penjemputan jenazah di bandara.
Tangis keluarga pecah saat jenazah dimasukkan ke ambulans.
Istri Sutrisno yang sebelumnya ikut berangkat haji bersama almarhum juga tampak mendampingi proses pemulangan tersebut.
Sutrisno diketahui tergabung dalam Kloter 46 Embarkasi Solo yang diberangkatkan pada Rabu lalu menuju Tanah Suci.
(*)