Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jenazah diduga orang dewasa tanpa identitas dengan kondisi mengering ditemukan oleh pemancing tambak pada Kamis (7/5/2026) sore.
Jasad tersebut tepatnya ditemukan di kawasan Jalan Sememi Kidul Nomor 1, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.
Baca juga: Imbas Pencairan Dana Terganggu, Puluhan Dapur MBG di Surabaya sempat Berhenti Beroperasi
Menurut warga setempat, Sujianto, jenazah ditemukan pertama kali oleh beberapa orang pemancing di tambak dekat permukimannya.
Para pemancing mengeluhkan aroma tak sedap selama nongkrong dan memancing di kawasan tersebut.
Saat mencoba dicari tahu asal muasal aroma tak sedap tersebut, ternyata para pemancing menemukan sesosok tubuh tergeletak di dekat pondasi tiang listrik sutet.
Lokasi tersebut berjarak sekitar lima meter dari tambak.
Kemudian, letaknya berada di semak-semak yang berdekatan dengan pinggiran lereng bahu jalan berbatu yang biasa dilalui warga.
"Di samping tower listrik. Dekat tambak. Jadi ada orang mancing, dia gak tahan baunya menyengat. Pas dicari sumbernya ada orang meninggal," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di permukiman dekat lokasi penemuan, pada Jumat (8/5/2026).
Mengenai jenis kelamin atau identitasnya, Sujianto tidak mengetahuinya.
Warga di permukimannya juga tidak merasa mengenal sosok jenazah tersebut.
"Saya enggak tahu namanya. Warga sini enggak kenal. Kalau kenal ya cepet diketahui. Selama ini enggak ada info orang hilang atau apa," pungkasnya.
Warga lainnya, Sugiyono mengatakan, para pemancing sudah mengeluhkan adanya aroma tak sedap sejak sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat dicari sumber aroma tersebut, ternyata dari jenazah di dekat pondasi tiang tower sutet.
"Pas dicari lah kok mayat. Orang mancing minta tolong orang Polsek. Ya baru malem polisi datang," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di dekat lokasi.
Setahu Sugiyono, jenazah tersebut diperkirakan berjenis kelamin laki-laki, perkiraan usianya kisaran 35-an tahun.
Kondisi tubuhnya mengering dan cuma memakai celana pendek di atas lutut warna gelap.
"Iya laki-laki. Kayaknya pakai celana pendek. (Kolor) iya. Enggak ada (baju atau dompet). Ya paling masih muda, 35-an paling," katanya.
Sugiyono mengetahui hal itu karena beberapa pekan lalu, dirinya sempat melihat seorang pria berjalan dengan kondisi diduga linglung di jalanan tanah yang mengarah ke area tambak.
Namun, ia tidak mengetahui pasti kondisi psikis pria tersebut pada waktu itu.
Termasuk juga dugaan penyebab kematian korban.
"Kemarin di sini ada orang gila (diduga ODGJ), aku tahu kok, dapat 2 mingguan. Dugaan meninggal, wah engga tahu. Dicokot ulo kan bisa ae pak. Iya racun paling. Perkiraan usianya muda 35-an. Saya engga tahu juga (apakah gila atau enggak)," pungkasnya.
Baca juga: Pembeli Masih Sepi, Pedagang Pasar Kebalen Masih Belum Rasakan Dampak Positif Penertiban
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, penemuan mayat bermula dari adanya seorang pemancing yang mengeluhkan aroma tak sedap di sekitar lokasi, pukul 18.30 WIB.
Kemudian, saksi pemancing menemukan adanya jenazah tersebut lalu melaporkan ke pengurus RT dan RW setempat untuk dihubungkan ke markas kepolisian setempat.
Anggota Polsek Benowo dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP.
Lalu mengevakuasi jenazah ke kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya.
Mengenai jenis kelamin, identitas dan dugaan pasti penyebab korban meninggal dunia.
Hadi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut termasuk menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban
"Penyebab kematian serta jenis kelamin korban masih belum bisa dipastikan dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar mantan Kanit Intel Polsek Lakarsantri itu saat dihubungi awak media.